"Ingin punya rumah juga karena disini tidak punya rumah. Pekerjaan saya petani tetapi tidak punya lahan dan selalu sewa lahan orang lain," terangnya.
Dalam proses ini Eko telah menunggu selama kurang lebih 3 tahun untuk dapat berangkat ke Mahalona karena terkendalam pandemi Covid-19. Terkait dengan fasilitas yang diterima, Eko akan menggunakan lahan yang diterima untuk dibuat perkebunan lada.
"Fasilitas yang diterima rumah 0,1 hektar, lahan 1 sebesar 1 hektar, dan lahan 2 juga sebesar 1 hektar. Akan dibuat perkebunan lada karena disana sangat prospek dan dibuat persawahan," imbuhnya.
Baca Juga:Lima Keluarga Asal Bantul Diberangkatkan ke Mahalona dalam Program Transmigrasi