Catatan HUT ke-266 Kota Yogyakarta, Buruh: Jargon Romantisasi Harus Dibarengi Perbaikan Upah

peggunaan Danais untuk program-program kesejahteraan sosial masih minim

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 09 Oktober 2022 | 17:29 WIB
Catatan HUT ke-266 Kota Yogyakarta, Buruh: Jargon Romantisasi Harus Dibarengi Perbaikan Upah
Ilustrasi UMR Jogja. [ Ilustrator / Ema Rohimah]

"Pemkot Yogyakarta menyadari bahwa respon cepat atas setiap persoalan di masyarakat akan mendorong peningkatan rasa kepedulian pada masyarakat itu sendiri, untuk ikut terlibat berpartisipasi aktif dalam mengangkat dan me-nyengkuyung pembangunan di Kota Yogyakarta," kata Sumadi.

Sehingga, dalam melanjutkan pembangunan, masyarakat serta semua pemangku kepentingan selayaknya berjalan beriringan. Menjawab harapan masyarakat terhadap Kota Jogja, dengan semua stakeholder yang membersamai sehingga tercipta sinergi.

"Kita optimis, kebersamaan dan sinergitas yang terbangun di antara masyarakat dan semua pemangku kepentingan akan menghasilan lompatan pembangunan yang lebih baik. Tidak sekedar menjadikan kota Jogja semakin nyaman, namun mampu menjadi yang terbaik di Nusantara," ujarnya.

Terkait persoalan di bidang sosial sendiri, kata Sumadi, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat di Jogja.

Baca Juga:Antisipasi Perizinan Nakal, DPMPTSP Kota Jogja Siapkan Sejumlah Langkah Ini

"Di bidang sosial, intervensi berupa jaring pengaman tidak pernah berhenti menyasar kelompok rentan. Muara dari itu semuanya adalah murni kesejahteraan bagi masyarakat," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak