Rusak Terdampak Tawuran, Kursi Bersejarah di Museum Tamansiswa Ini Pernah Diduduki Soekarno hingga PM Pertama India

Sejarah kursi itu bukan hanya dimiliki oleh Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga pernah menjadi saksi bisu kehadiran tokoh besar

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 07 Juni 2023 | 16:54 WIB
Rusak Terdampak Tawuran, Kursi Bersejarah di Museum Tamansiswa Ini Pernah Diduduki Soekarno hingga PM Pertama India
Kursi bersejarah di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya. (Istimewa).

SuaraJogja.id - Sejumlah benda di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya mengalami kerusakan. Hal itu menyusul tawuran yang pecah di Jalan Tamansiswa pada Minggu (4/7/2023) lalu.

Salah satu benda yang rusak adalah kursi bersejarah milik Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. Kursi yang berada di area tersebut rusak setelah sempat terkena amukan massa yang ricuh.

Kepala Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Ki Murwanto membenarkan bahwa kursi yang rusak tersebut adalah milik Ki Hadjar Dewantara. Kursi teras itu sendiri juga memiliki sejarah panjang. 

"Itu kursi terasnya Ki Hadjar (Dewantara) yang digunakan untuk menerima tamu-tamu beliau ya," ujar Murwanto saat dihubungi Rabu (7/6/2023).

Baca Juga:Kerusakan Akibat Tawuran di Tamansiswa Didata, Polda DIY Bakal Fasilitasi

Sejarah kursi itu bukan hanya dimiliki oleh Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga pernah menjadi saksi bisu kehadiran tokoh besar yang hadir di rumah pahlawan Indonesia itu dan duduk di kursi tersebut.

"Banyak tokoh-tokoh besar yang dulu pernah duduk di situ ya Pak Karno (Soekarno), Pak Hatta, Jenderal Sudirman. Kalau yang dari luar ya Jawaharlal Nehru kemudian Rabindranath Tagore itu udah pernah di situ semua," ungkapnya.

Sebenarnya, kata Murwanto, kerusakan pada kursi bersejarah itu tidak terlalu parah. Hanya ada bagian yang lepas pada saat kerusuhan kemarin akibat terlempar cukup jauh.

"Kerusakan itu, ada bagian yang lepas. Kalau secara material fisik (kursi) mungkin enggak seberapa ya cuma karena ada nilai sejarahnya ini yang tidak ternilai harganya," tuturnya.

Terkait kerusakan secara keseluruhan benda-benda di museum sendiri, kata Murwanto, sudah dilakukan pendataan. Selain kursi itu, ada pintu belakang yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:Pascaperistiwa Tawuran di Tamansiswa, Polresta Yogyakarta Perketat Penjagaan Perbatasan

Kerusakan itu pun beberapa telah ditindaklnajuti pihak museum sendiri bersama dengan komunitas museum. Museum pun disebut sudah bisa beroperasional seperti biasa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak