"Saya kira UGM dan Mbak Nana memberikan ruang yang kemudian sama-sama bisa mencerahkan, klarifikasi, saling tahu dan orang bisa punya preferensi untuk memilih," ungkapnya.
Lalu sesi terakhir ditutup oleh Bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Meski tak punya ikatan khusus dengan tempat penyelenggaraan acara ini yakni UGM tapi Prabowo tak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang terlalu krusial.
Bahkan Ketua Umum Partai Gerindra itu enggan menyebut bahwa dirinya masuk ke dalam kandang lawan. Mengingat kedua bacapres lain adalah alumni UGM.
"[Masuk kandang lawan], enggak, kita semua sahabat, enggak ada lawan," ujar Prabowo.
Menurutnya, acara ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran semua pihak. Termasuk untuk menyusun dan mematangkan visi misi yang akan disampaikan ke depan.
"Iya terus kita perbaiki [rancangan visi misi], kita terima masukan dari semua unsur, dari para pakar, tadi juga dari BEM menyampaikan pikiran-pikirannya, dari rektor sama dosen menyampaikan pikiran-pikirannya. Kita tangkap semua, kita olah nanti," katanya.