Diprotes Tidak Estektik, Pagar Tugu Jogja Akhirnya Diganti

pagar yang melindungi Tugu Jogja tidak dipasang permanen

Galih Priatmojo
Jum'at, 29 September 2023 | 13:48 WIB
Diprotes Tidak Estektik, Pagar Tugu Jogja Akhirnya Diganti
Pagar Tugu Yogyakarta mulai diganti karena tidak estetis, Jumat (29/09/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Dinas Kebudayaan DIY mengganti pagar yang mengitari Tugu Yogyakarta. Kalau sebelumnya kawasan Tugu dipasang pagar berwarna oranye dari Dinas Perhubungan (dishub) Kota Yogyakarta, maka saat ini dipasang pagar berwarna hijau Pare Anom.

"Kan kemarin ada protes pagar [penutup tugu jogja] punya [dinas] perhubungan itu sudah tinggi, jelek kali makanya diganti. Pagar hijau untuk menggantikan pagar dari dishub itu," ujar Kepala Dinas Kebudayaan (disbud) DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (29/09/2023).

Pagar baru setinggi kurang lebih 1 meter tersebut, menurut Dian juga tidak akan dipasang permanen. Pemasangan pagar yang bertuliskan aksara Jawa itu dimaksudkan untuk mengatu batas warga yang ingin berfoto di kawasan Tugu Yogyakarta.

Pemda memang tidak akan memasang pagar permanen di kawasan Tugu. Hal itu sebagai bentuk apresiasi pada salah satu cagar dan warisan budaya tersebut.

Baca Juga:Tugu Jogja sebagai Simbol Sejarah dan Identitas Yogyakarta

Terlebih saat ini Sumbu Filosofi sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO. Tugu Yogyakarta menjadi bagian dari kawasan Sumbu Filosofi yang perlu dijaga kelestariannya.

"Jadi pagar baru itu juga bisa digeser-geser, tidak akan permanen jadi tidak usah tinggi-tinggi. Penggantian pagar itu agar lebih estetis dan sesuai dengan budaya jawa," jelasnya.

Dian menambahkan, bila masyarakat sudah teredukasi untuk tidak sembarangan berfoto atau membuang sampah ke kawasan Tugu Yogyakarta, maka pagar tersebut akan disingkirkan. Namun edukasi tersebut memerlukan waktu karena selama ini juru pemelihara (jupel) seringkali menemukan puntung rokok di Tugu.

Karenanya masyarakat diharapkan lebih menghormati keberadaan Tugu Yogyakarta. Dengan demikian kawasan Tugu tidak perlu dipagar lagi.

"[Masalahnya] kita tidak bisa mengontrol siapa yang respect sama yang tidak. Orang [mobil] yang nyungsep (menabrak-red) tugu saja sudah dua kali. Akhirnya imajinernya yang dipaksa untuk respect," imbuhnya.

Baca Juga:Pagar Tugu Jogja Tak Juga Dibuka, Ini Kata Disbud DIY

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak