" Informasi yang saya dapat, RAN kembali mendapatkan perundungan oleh temannya,"tambahnya.
Berdasarkan cerita yang dia dapat anaknya yang hanya memiliki tangan di kanan terus diejek temannya itu. Diduga tidak kuat dengan ejekan tersebut, RAN kemudian membalasnya hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
"Gak terima atau gimana hingga terjadi perlawanan dan berkelahi itu. Tapi untuk pastinya gimana saya juga belum tahu," papar Wasido.
Karena perkelahian itu, jari anaknya 'kepuntir' terkilir. Namun karena terus mengalami kesakitan hebat, siswa ini kemudian dibawa ke rumah sakit oleh gurunya. Siswa tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan dari pihak rumah sakit.
Baca Juga:Viral Warga Gunungkidul Dihebohkan Pelangi yang Bentuknya Nyaris Sempurna, Begini Penampakannya
Dari hasil pemeriksaan menunjukkan jika salah satu jari tangannya patah. RAN kemudian diminta untuk opname dan melakukan operasi untuk pemasangan pen. RAN dijadwalkan menjalani operasi Kamis pagi tadi.
Wasido menambahkan selama ini RAN memang sering dibully teman-temannya namun tak pernah membalasnya atau melakukan perlawanan. Karena dirinya sudah mewanti-wanti kepada anaknya tersebut untuk tidak melawan
"Sudah saya welingi kalo diejek diam aja ndak usah gimana2 lapor ke guru aja," terangnya.
Namun Wasido kaget mendengar anaknya melakukan perlawanan. Wasido menduga kemungkinan besar perundingan tersebut sudah keterlaluan sehingga membuat anaknya emosi dan melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadi perkelahian.
Wasido mengaku pusing dengan biaya operasi anaknya nanti karena untuk saat ini semuanya harus ia tanggung sendiri. Sebab luka anaknya tidak tercover oleh BPJS Kesehatan.
Bagi dirinya yang hanya seorang buruh tentu biaya operasi terkesan sangat mahal. Dia berharap agar ada bantuan dari pemerintah berkaitan dengan apa yang menimpa dan apa yang terjadi pada anaknya tersebut.