Indahnya Bulan Suci di Pasar Ramadan Karangmalang UGM, Takjil Sarana Pererat Toleransi Beragama

Kekinian media sosial tengah diramaikan dengan konten guyonan persaingan untuk membeli takjil atau war takjil antara umat Islam dan non muslim.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 20 Maret 2024 | 19:23 WIB
Indahnya Bulan Suci di Pasar Ramadan Karangmalang UGM, Takjil Sarana Pererat Toleransi Beragama
Suasana masyarakat yang berburu takjil di Pasar Ramadan Karangmalang UGM, Rabu (20/3/2024). [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Seperti diketahui, sebelumnya viral juga banyak warga non muslim yang ramai-ramai berburu takjil buka puasa. Bahkan sempat beredar video seorang pendeta mengajak umat Kristiani untuk war takjil.

Pada video yang diunggah akun X @kikir, tampak seorang Pendeta dari Gereja Tiberias berkhotbah soal takjil di bulan Ramadan.

Pendeta yang diketahui merupakan Steve Marcel itu menyebut bahwa agama yang dianutnya memang toleran. Namun berbeda jika bicara soal takjil.

“Agama kita toleran. Tapi soal takjil, kita duluan,” ujar sang pendeta.

Baca Juga:Sejumlah Guru Besar dan Tokoh kembali Bersuara Lewat Kampus Menggugat: Tegakkan Etika dan Konstitusi

Guyonan pendeta tersebut lantas ditanggapi riuh para jemaat yang hadir.

Pendeta Steve bahkan berguyon soal dirinya dan jemaatnya yang siap membeli takjil sejak pukul 3 sore. 

“Jam 3 (sore) mereka masih lemas. Kita sudah stand by,” guyonnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak