Wakil Kepala Sekolah SMP. 2 Prambanan, Nunun Khotimah mengakui dalam sehari ada 300 truk pengangkut tanah yang melintas di samping kanan dan depan sekolah mereka dari pagi hingga malam hari. Kondisi jalan di depan sekolah rusak parah dan sulit dilalui.
"Ada 300 siswa kami yang harus terganggu," kata dia.
Aktivitas penambangan memang terus berlangsung bahkan hingga malam hari. Aktivitas tambang sempat terhenti ketika ada salah seorang wali murid yang meviralkan jalan rusak di depan sekolah. Namun, aktivitas penambangan mulai berlangsung kembali hari Selasa ini.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Umat Hindu Sebut Rencana Pengembangan KUA untuk Semua Agama Memungkinkan Dilaksanakan