Diketahui, Kustini merupakan bupati perempuan pertama di Sleman setelah memenangkan Pilkada 2020 saat berpasangan dengan Danang Maharsa.
Sebelum menjadi bupati, Kustini aktif di sejumlah organisasi dan lembaga, diantaranya Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Sleman, Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman serta Ketua Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten Sleman.
Saat menjabat sebagai bupati Sleman, Kustini melunjurkan sejumlah inovasi diantaranya mengisiasi batik motif khas Kabupaten Sleman yang dikenal dengan nama batik parijoto salak.
Salak diketahui merupakan buah khas yang ada di Kabupaten Sleman.
Baca Juga:Mengenal Untoro Hariadi, Calon Bupati Bantul Berlatar Belakang Peneliti
Untuk memperkenalkan motif tersebut ke khalayak, Kustini pun mencetuskan gerakan beli batik Sleman pada 2020.
Guna lebih mempopulerkan batik tersebut, Kustini pun sempat mengusulkan agar batik parijoto dipakai sebagai seragam ketika berangkat Haji yang kemudian diterima hingga sekarang.
Selain itu, di masa pemerintahannya, Kustini juga menggalakkan program petani milenial, dimana mendorong anak-anak muda terjun menjadi petani.
Selain dapat hibah dan bantuan bibit serta pupuk, para petani milenial juga diberikan bantual skill dan pendampingan guna memperbesar hasilnya dari pertanian.
Hingga tahun 2024, Kustini menargetkan sebanyak 2000 petani milenial yang ada di Sleman.
Baca Juga:1000 Relawan Siap Beraksi, Kustini-Sukamto Dapat Dukungan Tak Terduga di Pilkada Sleman