Sleman Darurat Predator Seksual: Selama Kurun Sepuluh Bulan 24 Anak Telah Jadi Korban

Tindakan bejat pencabulan kembali terulang di Sleman. Terkini seorang guru les melakukan perbuatan asusila terhadap belasan siswa sesama jenis.

Galih Priatmojo
Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:52 WIB
Sleman Darurat Predator Seksual: Selama Kurun Sepuluh Bulan 24 Anak Telah Jadi Korban
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di bawah umur. [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

"Korban kemudian mengaku ke orangtuanya. Ia mengaku menjadi korban pencabulan lebih dari dua kali yang dilakukan di salah satu ruangan di rumah majikannya," imbuhnya.

Pada September 2024, publik Sleman digegerkan dengan tindakan keji yang dilakukan ayah berinisial H (41).

Ia tega mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 10 tahun.

Tindakan itu dilakukan berulang kali selama empat bulan lamanya hingga membuat korban trauma.

Baca Juga:Tabrak Lari Hantam Dua Motor di Sleman, Mobil Pelaku Rusak Diamuk Massa

"Peristiwa itu terjadi sejak Desember 2023 tapi baru terungkap pada Maret 2024 dan dilaporkan ke polisi pada 14 Agustus," terang Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian beberapa waktu lalu.

Tindakan bejat itu terungkap setelah korban curhat kepada tetangganya atas perlakuan sang ayah.

Ratusan Anak di Sleman Jadi Korban

Bila menengok data yang dipaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3P2KB, kasus kekerasan terhadap anak mengalami tren kenaikan.

Disebutkan sepanjang tahun 2023 lalu ada sebanyak 123 anak di Sleman jadi korban kekerasan. Bentuk kekerasan itu beragam mulai dari fisik, psikis hingga seksual.

Baca Juga:Dituding Tak Netral, Oknum Lurah di Sleman Pukul Sekretaris Kapanewon hingga Berujung Laporan Polisi

"Rinciannya ada 87 korban berjenis kelamin perempuan dan 36 korban berjenis kelamin laki-laki," urai Kepala DP3P2KB Sleman Wildan Solichin.

Berani Melapor

Lebih lanjut, Wildan mendorong agar korban tindak kekerasan berani untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

Dengan berani melapor DP3P2KB memastikan akan mendampingi korban hingga kasusnya tuntas.

Tindakan melapor juga bisa jadi upaya pencegahan pelaku mengulangi perbuatannya.

"Memang ini tak mudah, tapi kami berupaya mendorong agar semua teredukasi. Kami dorong agar masyarakat berani melapor sehingga bila ada kasus bisa segera tertangani jangan sampai ada yang tertinggal karena tak terlayani," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak