Kepala MI itu, K membenarkan adanya aksi tersebut. Aksi tersebut dilakukan oleh AN, tukang kebun yang bekerja di sekolah tersebut sejak 2021. Pihak sekolah sebenarnya kaget dengan aksi pelecehan itu karena selama ini AN sangat baik, alim dan tidak pernah berulah.
"Kami kaget lho. Kok ternyata pak AN kayak gitu," kata dia.
Aksi terakhir terungkap sekira 2 pekan yang lalu ketika ada salah seorang korban yang menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada orang tuanya. Setelah beberapa saat kemudian orang tua siswa mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi.
Pihak sekolah langsung mengumpulkan informasi dan ternyata ada sekitar 5 orang siswa kelas 6 yang menjadi korban. Ada yang menjadi korban hanya satu kali namun ada juga yang dua kali. Pihak sekolah kemudian melakukan klarifikasi terhadap terduga pelaku.
Baca Juga:Menanti Relokasi, Siswa SDN Nglarang Belajar Berdampingan dengan Debu Proyek Tol
"Bapak itu kami kroscek mengakui," kata dia.
Pihak sekolah kemudian mencoba melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Para orang tua atau wali murid korban sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan cara yang bersangkutan diberhentikan.
Pihak sekolah pun lantas mengambil langkah tegas dengan memberhentikan yang bersangkutan. Alasannya pihak sekolah tak ingin kejadian tersebut terus terulang dan semakin memburuk.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Kasus Pencabulan Anak Sesama Jenis di Sleman, Polisi Ungkap Pelaku Juga Korban Saat Kecil