Tips Agar Sindrom Nefrotik Tidak Mudah Kambuh

Fitri mengatakan gejala bengkak yang sering terjadi pada anak ketika batuk pilek juga mesti diwaspadai sebagai gejala kekambuhan sindrom nefrotik.

Galih Priatmojo
Kamis, 07 November 2024 | 13:42 WIB
Tips Agar Sindrom Nefrotik Tidak Mudah Kambuh
Ilustrasi sindrom nefrotik atau gangguan ginjal. [ANTARA]

SuaraJogja.id - Dokter spesialis anak Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Fitrisia Amelin Sp.A mengatakan orang tua perlu memperhatikan kondisi anak dengan sindrom nefrotik atau gangguan pada ginjal agar tidak kambuh dengan mencegah infeksi pada anak.
 
“Kalau orang tua yang pertama kali mungkin dia perlu mengidentifikasi apa sih yang biasa menyebabkan kambuh pada pasien. Biasanya itu paling sering itu infeksi saluran nafas atas, batuk pilek,” kata Fitri dikutip dari Antara.
 
Fitri mengatakan gejala bengkak yang sering terjadi pada anak ketika batuk pilek juga mesti diwaspadai sebagai gejala kekambuhan sindrom nefrotik. Infeksi lainnya seperti infeksi saluran kemih juga menjadi faktor kondisi nefrotik bisa relaps.
 
Fitri juga memberi saran agar sindrom nefrotik tidak gampang kambuh adalah dengan memastikan gigi tidak ada yang bolong karena bisa menjadi sumber infeksi bagi anak.

“Kemudian pemberian obat cacing 6 bulan sekali itu juga dianjurkan agar anak-anak diberikan sesuai dengan jadwal, kemudian untuk yang biasa infeksi saluran nafas, pastikan telinganya tidak ada masalah apalagi ada gejala-gejala telinga berdenging diharapkan itu dikontrol,” kata Fitri.
 
Fitri juga mengatakan orang tua perlu memperhatikan asupan nutrisi yang baik dan gizi yang seimbang untuk anak agar tidak ada perkembangan penyakit akibat gizi kurang. Serta perlu dipantau berat badan agar tidak terjadi obesitas agar tidak sering terjangkit infeksi.
 
Untuk anak yang sudah terkena sindrom nefrotik, rutin mengonsumsi obat selama empat minggu juga menjadi keharusan untuk mencegah sindrom kembali kambuh.
 
Rata-rata, anak-anak akan mengalami satu kali relapse atau satu kali kambuh, sebanyak 90 persen pasien akan merespon dengan pengobatan steroid yang diberikan dan hanya ada 10 persen yang tidak respon, sehingga membutuhkan tambahan pengobatan seperti obat untuk mencegah kebocoran ginjal.
 
Yang membuat sindrom nefrotik menjadi bahaya, kata Fitri, ketika orang tua melihat anaknya sembuh dengan obat seperti steroid namun membeli obat tambahan sendiri tanpa pengawasan dokter, membuat kondisi ginjal anak semakin memburuk.
 
“Hasil dari kekambuhan itu tidak kita evaluasi sehingga kadang kondisi ginjal semakin memburuk tidak diketahui akhirnya pasien datang dengan tidak pipis, hipertensinya berat, bengkak seluruh tubuh, ketika diperiksa kondisi ginjal menurun, itu yang bisa menuju ke arah bahaya,” kata Fitri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak