Masyarakat Lereng Pegunungan Berisiko Terkena Gangguan Tiroid, Ini Sebabnya

Ibu hamil yang tinggal di lereng gunung juga harus memperhatikan makanannya dan tidak menghindari sayuran, buah-buahan, telur dan ikan dan cari yang kaya akan yodium.

Galih Priatmojo
Selasa, 05 November 2024 | 18:50 WIB
Masyarakat Lereng Pegunungan Berisiko Terkena Gangguan Tiroid, Ini Sebabnya
Ilustrasi gangguan tiroid (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Ketua Umum Indonesian Thyroid Association (InaTA) Dr. dr. Tjokorda Gde Dalem Pemayun Sp.PD-KEMD mengatakan masyarakat yang tinggal di lereng gunung memiliki risiko terkena gangguan pada kelenjar tiroid karena makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan yodium rendah.
 
“Bila kandungan yodium di makan kita kurang, contoh sayuran yang hidupnya di lereng gunung, kandungan yodiumnya rendah, mikronutriennya rendah natrium, kalium, potasium, dan sebagainya,” kata Tjokorda dalam acara konferensi pers penyerahan White Paper Tiroid di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/11/2024).
 
Tjokorda mengatakan yodium dibutuhkan untuk membentuk hormon tiroksin di kelenjar tiroid. Jika kandungan yodium tidak terpenuhi, pembentukan hormon tidak bekerja sehingga timbul pembengkakan pada kelenjar tiroid.
 
Ibu hamil yang tinggal di lereng gunung juga harus memperhatikan makanannya dan tidak menghindari sayuran, buah-buahan, telur dan ikan dan cari yang kaya akan yodium. Sementara wanita yang sudah memiliki riwayat tiroid sebaiknya tidak hamil dulu sebelum kebutuhan yodium dalam tubuhnya tercukupi.
 
“Orang operasi tiroid yang diablasi terutama jangan hamil dulu, harus cukup ya kandungan yodiumnya, karena fetus di dalam kandungan mamanya belum mampu membuat hormon sendiri, karena dia kelenjar gondoknya mungkin belum terbentuk,” kata Tjokorda. 
 
Jika wanita yang memiliki riwayat penyakit tiroid namun hamil dan melahirkan, berpotensi anak yang dilahirkan prematur atau cacat, dan kerugian lainnya adalah anak memiliki IQ yang di bawah rata-rata.
 
Pada ibu hamil, jika tumor tiroid tidak dioperasi atau tidak minum obat terapi, maka akan muncul gejala lemah, letih, lesu yang berefek pada kehidupannya.
 
Sehingga Tjokorda menekankan wanita usia subur, ibu hamil dan bayi baru lahir terutama yang tinggal di wilayah gunung wajib melakukan skrining untuk mengetahui risiko kelainan kelenjar tiroid pada bayinya.

Skrining bisa dilakukan secara mandiri dengan meraba leher untuk mendeteksi benjolan, serta melakukan skoring atau penilaian tiroid melalui laman atau aplikasi kesehatan.
 
“Generasi yang akan lahir dari wanita ibu rumah tangga ini harus cukup yodium supaya yang lahir sehat seperti yang diharapkan,” kata Tjokorda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak