Baru pada Senin (2/12/2024) sore sekira pukul 16.00 WIB korban ditemukan oleh saksi sudah tak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan luar badan oleh tim dokter, korban menderita luka lebam, luka sobek di wajah dan memar di beberapa bagian tubuh korban, serta patah tulang pada hidung dan dada.
"Dari hasil keterangan saksi dan bukti lainnya, diketahui telah terjadi peristiwa penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia di TKP," ungkapnya.
Disampaikan Tjatur, motif para pelaku yakni sakit hati dan tersinggung kepada korban. Sebab korban marah-marah tidak jelas dan memukul para tersangka terlebih dahulu saat mabuk.
Atas peristiwa ini para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUH. Pidana dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun dan atau Pasal 338 KUH dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun serta Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun.
Baca Juga:Tunjang Aktivitas Masyarakat, Pemkab Sleman Selesaikan Perbaikan Enam Jembatan yang Rusak