Pemkab Bantul Memulai Uji Coba Pengolahan Sampah ITF Pusat Karbonasi Bawuran

ITF Bawuran yang dibangun salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di Bantul tersebut,bagian penting mewujudkan program Bantul Bersama (Bantul Bersih Sampah 2025).

Galih Priatmojo
Selasa, 11 Maret 2025 | 16:36 WIB
Pemkab Bantul Memulai Uji Coba Pengolahan Sampah ITF Pusat Karbonasi Bawuran
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat mesin insinerator ITF Pusat Karbonasi Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (11/3/2025). (ANTARA/Hery Sidik)

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai uji coba operasional pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Pusat Karbonasi di Kelurahan Bawuran, Kecamatan Pleret, sebagai salah satu tempat pengelolaan sampah di daerah itu.

"Masih dalam masa uji coba, nantinya ITF Pusat Karbonasi Bawuran ini akan menginsinerasi hingga 50 ton sampah residu setiap harinya," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih setelah meninjau peralatan pengolahan sampah ITF Bawuran Bantul di Bantul, Selasa.

Dia mengatakan ITF Bawuran yang dibangun salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di Bantul tersebut, bagian penting mewujudkan program Bantul Bersama (Bantul Bersih Sampah 2025). Sebelumnya, di Bantul telah dibangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di beberapa lokasi.

Pemkab Bantul menargetkan pada 2025 persoalan sampah, terutama di Bantul, harus selesai. ITF Bawuran salah satu insinerasi dimiliki Kabupaten Bantul.

Baca Juga:Kota Yogyakarta Alami Deflasi Dua Bulan Berturut, Diskon Air hingga Listrik Jadi Penyumbang

"Di mana ITF ini telah diberikan izin oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membakar 50 ton sampah per hari. Dan yang kita bakar adalah residunya. Rata-rata residu di Bantul ini 15 persen dari total timbunan sampah harian di Bantul yang mencapai 300 ton per hari," katanya.

Bupati Halim mengatakan sampah yang masuk ITF Bawuran akan dipilah melalui alat yang disebut transfer conveyor, yang kemudian residu yang keluar dari mesin tersebut dibakar dengan alat disebut insinerator.

"Nanti dipilah, yang 15 persennya saja sebesar 50 ton sampah residu diinsinerasi atau dihanguskan. Jadi nanti hanya tersisa abunya, dan abu ini bukan termasuk limbah B3, bukan termasuk limbah berbahaya," katanya.

Ia mengatakan kapasitas ITF Bawuran diperkirakan dapat menangani sampah hingga 300 ton per hari sehingga sisa kapasitas dari fasilitas ini akan dioptimalkan melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di DIY.

"Sisa kapasitas dari ITF Bawuran ini kita dedikasikan untuk sampah dari luar Bantul sehingga kami membuka peluang kerja sama dengan Yogyakarta dan Sleman agar kapasitasnya bisa dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Baca Juga:DPRD Kota Yogyakarta Pastikan Tetap Kritis Awasi Program-program Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak