Gunungkidul dan Bantul Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Warga Masih Terjebak

Di Wonosari, tepatnya di sekitar Pasar Besole, banjir dengan ketinggian 70 cm merendam belasan rumah. Kantor perwakilan KR Gunungkidul terendam air hingga 70 cm.

Galih Priatmojo
Sabtu, 29 Maret 2025 | 13:44 WIB
Gunungkidul dan Bantul Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Warga Masih Terjebak
Banjir merendam kawasan Gunungkidul dan Bantul. Sebagian warga masih terjebak, Sabtu (29/3/2025). [fokusgunungkidul/instagram]

SuaraJogja.id - Hujan deras yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul. Akibatnya, puluhan warga sempat terjebak banjir dan harus dievakuasi oleh petugas gabungan.  

Ulfa, warga Playen, mengungkapkan bahwa dirinya batal menghadiri acara buka bersama di Kelurahan Wiyoko, Kapanewon Playen, karena banjir melanda secara tiba-tiba. Mereka memilih membubarkan diri daripada terjebak banjir. 

"Tak jadi buka bersama, karena banjir cepat naik hingga setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, 15 orang terjebak dan harus menunggu evakuasi,"kata Ulfa pada Jumat malam.  

Di Wonosari, tepatnya di sekitar Pasar Besole, banjir dengan ketinggian 70 cm merendam belasan rumah. Kantor perwakilan KR Gunungkidul terendam air hingga 70 cm. Warga setempat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka dengan bergotong royong. 

Baca Juga:Mantan Kepala SMKN 2 Sewon Ditahan Kejari Bantul, Ini Daftar Kejahatannya

"Banjir di sini cukup tinggi, warga masih waspada,"ujar Erna, warga setempat.  

Gunungkidul: Puluhan Rumah dan Jalan Tergenang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, menyebutkan bahwa beberapa wilayah terdampak banjir cukup parah. Berikut daftar lokasi yang terdampak:  

Wiyoko, Playen: 15 warga terjebak banjir 

Munggi, Semanu 3 rumah terendam 

Baca Juga:Siap Mudik? Cek Dulu Harga Tiket Bus Jogja-Jabodetabek, Ada yang Naik Lebih dari Rp300 Ribu

Gadungsari, Wonosari: 6 rumah terendam akibat luapan sungai 

Jembatan penghubung Pampang - Plembutan: Tidak bisa dilalui 

Jalan Raya Wareng - Wonosari Terendam air 

Beberapa rumah makan dan tempat usaha Termasuk Sego Abang, Rinten Ndalu, dan Toko Metro Kendong  Selain itu, tanah longsor juga dilaporkan menutup akses jalan diGedali RT.14/03, Beji, Patuk. 

Bantul: Sungai Meluap, Rumah-Rumah Terendam

Di Kabupaten Bantul, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Celeng, Guyangan, dan Opak. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kapanewon Piyungan, Pleret, dan Imogiri, dengan puluhan rumah terendam air setinggi 30 cm hingga 70 cm. 

"Perempatan Sudimoro Jalan Imogiri Barat terendam 30 cm. Arus lalu lintas tersendat,"ujar Herry. 

Mapolsek Imogiri juga terendam dengan ketinggian paha orang dewasa. Aktivitas 5 Mapolsek Imogiri terganggu karena petugas terpaksa harus menekuasi berbagai barang ke tempat yang lebih aman

"Banyak rumah yang juga terendam,"tutur relawan FPRB Ahmad Yani. 

BPBD bersama tim gabungan dari TRC, Polsek, Koramil, Pemkal, relawan, dan warga masyarakat  telah melakukan langkah-langkah penanganan, seperti: Asesmen cepat terhadap dampak dan jumlah korban, Evakuasi warga yang terjebak dan Distribusi bantuan logistik dan peralatan. 

DIY Masih Berpotensi Diguyur Hujan

adan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga awal April 2025.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menyampaikan berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah DIY.

“Untuk hari ini, update dari BMKG per pukul 08.00 WIB menunjukkan masih adanya potensi hujan ringan di wilayah Gunungkidul, Bantul, dan Kota Jogja dalam satu jam ke depan. Kami akan terus memantau pergerakan awan setiap jam untuk melihat perkembangan cuaca,” ujar Noviar dilansir dari Harianjogja.com, Sabtu (29/3/2025). 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan terus terjadi hingga tanggal 3 April di wilayah setempat. Kondisi ini sejalan dengan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang saat ini masih berlaku hingga 8 April di DIY. 

“Kami juga sudah mengajukan perpanjangan kepada Gubernur DIY agar status ini diperpanjang hingga bulan Mei. Hal ini karena BMKG memprediksi bahwa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau akan terjadi di akhir April atau awal Mei,” tambahnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem ini.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak