Gus Ipul Jamin Hak Wali Asuh SR: Honor & Insentif Sesuai Kinerja

Selain honor dan insentif, Gus Ipul bilang jam kerja para wali asrama dan wali asuh pun sedang diatur secara lebih detail.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 10 September 2025 | 20:00 WIB
Gus Ipul Jamin Hak Wali Asuh SR: Honor & Insentif Sesuai Kinerja
Sejumlah wali asuh dan wali asrama mengikuti kegiatan apel di Sleman, Rabu (10/9/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial memastikan hak wali asuh dan wali asrama di SR terpenuhi
  • Pengaturan jam kerja juga sudah disesuaikan
  • Wali asuh dan wali asrama harus selalu memberikan pendampingan yang tepat untuk siswa

SuaraJogja.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan terpenuhinya hak-hak bagi wali asuh dan wali asrama yang tergabung dalam program Sekolah Rakyat (SR).

Hal itu mencakup honor hingga insentif sesuai kinerja.

"Ya kewajiban dan hak sudah ada yang tertulis ya mereka tentu mendapatkan honor, insentif sesuai dengan kinerjanya," kata Gus Ipul kepada wartawan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (10/9/2025).

Selain honor dan insentif, Gus Ipul bilang jam kerja para wali asrama dan wali asuh pun sedang diatur secara lebih detail.

Baca Juga:Dinamika Mengejutkan di Sekolah Rakyat: Dari Rindu Rumah Hingga Rehabilitasi Kecanduan Rokok

Sehingga ada aturan yang lebih baik terkait jam kerja tersebut.

"Mereka punya hak-haknya sesuai dengan ketentuan, mereka semua adalah bagian dari ASN atau PPPK. Jadi mereka sudah tahu itu ketentuan-ketentuannya mereka punya haknya," tegasnya.

Tiga Dosa Besar Diawasi Ketat

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menegaskan tiga hal yang disebut sebagai dosa besar di lingkungan pendidikan termasuk pada program Sekolah Rakyat (SR).

Tiga hal itu yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, dan intoleransi.

Baca Juga:Dari Irigasi Kumuh ke Jalur Rafting: Gerakan Pemuda Sleman di Selokan Mataram Ini Inspiratif

Menurut dia tiga persoalan krusial itu tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa potensi penyimpangan harus diantisipasi sejak dini oleh semua pihak yang terlibat.

"Harus dicegah sejak dini, dimitigasi, kalau wali asrama, wali asuh melihat tanda-tanda ini segera laporkan dan kita carikan solusi," ucap Gus Ipul.

Wanti-wanti itu tidak hanya diberikan kepada para siswa di Sekolah Rakyat.

Melainkan juga kepada wali asuh dan wali asrama yang mendampingi mereka.

"Jadi kalau ada wali asuh, wali asrama yang punya kecenderungan tiga hal ini [bullying, kekerasan dan intoleransi] lebih baik mengundurkan diri aja, sebab pada saatnya akan ketahuan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak