Diakui UNESCO, 4 Kelurahan di Bantul Ini Resmi Jadi Tsunami Ready Community

Lima kelurahan di Bantul siaga tsunami. Empat diakui UNESCO (Gadingsari, Poncosari, Tirtohargo, Parangtritis), satu nasional (Srigading).

Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 28 September 2025 | 18:52 WIB
Diakui UNESCO, 4 Kelurahan di Bantul Ini Resmi Jadi Tsunami Ready Community
Kondisi ombak tinggi yang ada di Pantai Parangtritis, Kamis (26/12/2024). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Terdapat lima kalurahan di Bantul yang diakui UNESCO sebagai tsunami ready community
  • Kalurahan ini dianggap paling siap menghadapi bencana tsunami yang juga paling memungkinkan pertama kali yang menjadi jalur lintasan tsunami
  • Masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi bencana

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, mengumumkan bahwa empat kelurahan di wilayah pesisir selatan telah resmi menyandang predikat tsunami ready community atau masyarakat siaga tsunami yang mendapat pengakuan langsung dari UNESCO.

Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menjelaskan bahwa empat kelurahan tersebut adalah Kelurahan Gadingsari di Kecamatan Sanden, Kelurahan Poncosari di Kecamatan Srandakan, Kelurahan Tirtohargo, serta Kelurahan Parangtritis di Kecamatan Kretek.

Selain itu, terdapat pula satu kelurahan lain yaitu Srigading, Kecamatan Sanden, yang meraih predikat masyarakat siaga tsunami di tingkat nasional.

"Jadi total ada lima kelurahan yang berstatus masyarakat siaga tsunami, empat diakui UNESCO dan satu di tingkat nasional," ujarnya, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga:DIY Terancam Rusak: GKR Mangkubumi Desak Stop Total Tambang di Merapi dan Bantul

Untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Bantul secara rutin menggelar simulasi evakuasi tsunami bertajuk Indian Ocean Wave Exercise (IOWave) setiap dua tahun sekali.

Pada tahun 2025, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 25 September dan melibatkan lima kelurahan yakni Gadingsari, Poncosari, Tirtohargo, Parangtritis, serta Srigading.

Menurut Aka Luk Luk, kunci utama mitigasi bencana tsunami adalah pemahaman masyarakat terhadap potensi gempa bumi serta sistem peringatan dini tsunami.

Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan mampu melakukan respon mandiri pada fase awal bencana.

"Kuncinya ada pada masyarakat. Mereka harus paham bagaimana bertindak saat gempa, bagaimana merespons peringatan dini tsunami, serta mampu melaksanakan evakuasi dengan cepat dan tepat," tegasnya.

Baca Juga:Warga Jogja Wajib Tahu! Ini Daftar Wilayah Rawan Banjir dan Longsor saat Musim Hujan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini