Eks Parkir ABA di Jogja Disulap Jadi RTH, Ini Target & Kapasitas Parkir Pengganti

Parkir ABA direlokasi ke Ketandan (target selesai Des'25). Eks ABA jadi RTH (mulai 2026), bagian Sumbu Filosofi. Pembangunan RTH tunggu izin & DED.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 06 Oktober 2025 | 23:04 WIB
Eks Parkir ABA di Jogja Disulap Jadi RTH, Ini Target & Kapasitas Parkir Pengganti
Kawasan eks Parkir ABA atau Abu Bakar Ali yang sudah selesai dibongkar, Senin (6/10/2025). [Kontri/Putu]
Baca 10 detik
  • Pembongkaran eks Parkir ABA di Jogja sudah selesai
  • Pemda DIY tengah menyusun rencana pembangunan RTH di lokasi tersebut
  • Para pedagang dan juru parkir sudah direlokasi di sekitar Ketandan

SuaraJogja.id - Proyek relokasi area parkir Parkir Abu Bakar Ali (ABA) ke kawasan Ketandan memasuki tahap akhir.

Pembongkaran seluruh fasilitas di eks ABA telah selesai dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo di Yogyakarta, Senin (6/10/2025) mengungkapkan rencana pembangunan RTH di eks ABA kini masih dalam proses administrasi dan penyusunan perencanaan awal.

Namun targetnya akan mulai dikembangkan jadi RTH awal 2026.

Baca Juga:Rp5,4 Miliar untuk Infrastruktur Sleman: Jembatan Denokan Hingga Jalan Genitem Kebagian Dana

"RTH ini kan pada minggu kemarin dari Dinas Perhubungan untuk kekancingannya (ijin-red) dikembalikan ke panitikismo (lembaga Keraton Yogyakarta yang mengurus tanah-red) dan ini kita tindak lanjuti minggu ini. Jadi sekarang kita ngurus dulu kekancingannya dulu, setelah itu baru ada tindak lanjutnya," paparnya.

Menurut Kusno, penyusunan Detail Engineering Design (DED) di RTH eks ABA akan dilakukan setelah perubahan Dana Keistimewaan (Danais) rampung.

Hal ini mengingat RTH di eks ABA bagian dari program Sumbu Filosofi yang dibiayai danais.

"Belum ada DED-nya, tapi sudah berproses untuk kekancingan. Nanti yang lain-lain menyusul," jelasnya.

DLHK DIY menargetkan pembangunan fisik RTH eks ABA dapat dimulai pada tahun depan.

Baca Juga:Satu Kampung Satu Bidan, Strategi Pemkot Yogyakarta Kawal Kesehatan Warga dari Lahir hingga Lansia

Hal ini seiring dengan program penataan RTH di sepanjang Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan dunia UNESCO.

Saat ini, DLHK telah mengidentifikasi sekitar delapan titik lokasi potensial untuk pengembangan RTH baru selain eks TKP ABA. Namun detil lokasinya masih dalam tahap inventarisasi.

"Informasinya kan ada beberapa RTH di sepanjang Sumbu Filosofi. Baru kemarin kita inventarisasi untuk lokasi-lokasi yang berpotensi dijadikan RTH. Itu yang diinventarisir, [misal] lahannya punya siapa, dan sebagainya. Jadi baru sampai ke sana, belum sampai detil," tandasnya.

Dengan rampungnya relokasi parkir dari eks ABA ke Ketandan dan dimulainya proses perencanaan RTH baru, lanjutnya, Pemda DIY berharap kawasan Malioboro dan sekitarnya semakin tertata sebagai ruang publik yang berkelanjutan.

"Sehingga kawasan itu bukan hanya menjadi destinasi wisata belanja, tetapi juga ruang hidup yang nyaman, hijau, dan terbuka bagi warga kota," ungkapnya.

Sementara Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran, Agnes Dhiany Indria Sari, menyampaikan perkembangan pembangunan area parkir baru di Ketandan telah mencapai sekitar 72 persen.

Saat ini pekerja mulai menyelesaikan tahap struktur baja.

Ditargetkan penyelesaian Ketandan pada Desember 2025. Fasilitas ini diharapkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026.

"Bongkaran di ABA sudah selesai, dan materialnya juga sudah dipindah semua. Saat ini kami sedang bongkar paving, dengan proses lelang yang dilakukan BPKA," jelasnya.

Ia menambahkan, area eks ABA kini tengah dibersihkan dan dipagari.

Pemagaran dilakukan sebagai bagian dari tahap transisi sebelum dimanfaatkan menjadi RTH.

"Dipagari sampai pembangunan selanjutnya menjadi RTH. Untuk rencana pengerjaan RTH, kami sudah berdiskusi dengan DLHK untuk perencanaannya," jelasnya.

Kedepan kapasitas parkir baru di Ketandan pada tahap pertama diproyeksikan mampu menampung 535 unit sepeda motor dan 87 unit mobil.

Bangunan parkir bertingkat tiga itu memiliki pembagian ruang seperti lantai pertama yang bisa menampung 117 sepeda motor dan 76 mobil.

Lantai kedua berkapasitas 84 sepeda motor dan 11 mobil. Sedangkan lantai ketiga menampung 334 sepeda motor.

Pemda DIY menargetkan relokasi ini tidak hanya memperlancar tata kelola parkir di kawasan Malioboro dan sekitarnya, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menata kembali fungsi ruang publik di kawasan strategis kota.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak