Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris

Kebijakan agresif dan unilateral Trump (America First) ancam stabilitas ekonomi-keamanan global, lemahkan komitmen iklim & pendanaan PBB.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:34 WIB
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
Ilustrasi Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Kebijakan Donald Trump yang unilateral dan agresif mengancam stabilitas ekonomi serta keamanan global secara signifikan.
  • Langkah penarikan diri AS dari kesepakatan internasional melemahkan upaya kolektif mengatasi krisis lingkungan global.
  • Kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu sistem *self-help* global, meningkatkan konflik, dan melemahkan peran AS.

Apalagi melemahnya soft power AS bisa memicu munculnya sentimen anti-Amerika di berbagai belahan dunia. Dalam sejarah, sentimen semacam itu kerap berujung pada ekstremisme dan aksi terorisme.

"Kalau ketidakpuasan menumpuk dan tidak ada saluran politik yang efektif, sebagian kelompok bisa memilih jalur kekerasan. Itu bukan hanya merugikan Amerika, tapi seluruh dunia," ujarnya.

Kebijakan Trump juga dinilai akan menjadi bumerang bagi negara itu. Bahkan menggerus posisi Amerika sebagai panutan global. Jika sebelumnya Amerika kerap dipandang sebagai pemimpin dalam tata kelola global, kini citra itu memudar.

AS nantinya tidak lagi menarik sebagai role model. Dunia membutuhkan kepemimpinan kolektif untuk menghadapi masalah global, bukan pendekatan sepihak karena saat ini berada di persimpangan antara mempertahankan kerja sama internasional atau kembali ke pola lama hubungan internasional yang sarat konflik dan dominasi kekuatan.

Baca Juga:Distributor Menjerit: Tarif Trump 19 Persen Bikin Usaha Lokal Mati Suri?

“Kalau PBB terlalu tumpul karena veto dan tarik-menarik kepentingan, maka perlu ada mekanisme lain yang bisa menjaga agar tindakan sepihak tidak semakin liar,” ujarnya.

Ia juga berharap dinamika politik domestik di Amerika Serikat dapat menjadi penyeimbang terhadap kebijakan Trump. Kritik dari oposisi dan masyarakat sipil diharapkan mampu menahan laju kebijakan yang dianggap berisiko tinggi.

"Yang kita khawatirkan adalah jika dunia terbiasa dengan gaya dar-der-dor ini. Kalau itu menjadi normal, maka dunia akan jauh lebih tidak aman dan tidak stabil," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Diplomasi Indonesia Diuji: Mampukah RI Lolos dari Tekanan Trump Tanpa Kehilangan Cina?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak