- Sekitar 30 jemaah umrah dari Bantul dan Solo tertahan di Jeddah akibat pembatalan penerbangan pulang ke Indonesia.
- Jemaah tersebut difasilitasi maskapai untuk menunggu jadwal baru di hotel dekat bandara, kondisi tetap aman.
- Kemenag menyatakan perjalanan umrah dari Indonesia umumnya belum terdampak signifikan oleh eskalasi konflik Timur Tengah.
"Tim ini bertugas memantau sekaligus mendampingi jemaah Indonesia, terutama yang akan pulang ke Indonesia. Jadi kalau ada pembatalan atau kendala, bisa langsung ditangani," paparnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jamaah juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Sampai saat ini keberangkatan dari Indonesia tetap berjalan," tandasnya.
Data terakhir menyebutkan ada sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Sedangkan di DIY, ada sekitar 2.000 jamaah umrah yang tiap bulan pergi ke Mekkah dan Madinah.
Baca Juga:Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
Menjelang puncak musim haji, arus kedatangan dan kepulangan memang cenderung meningkat. Hal ini mengakibatkan potensi kepadatan di bandara tetap ada.
Kemenhaj memastikan situasi keamanan di Arab Saudi tetap kondusif dan aktivitas penerbangan secara umum berjalan. Namun pihaknya tetap melihat perkembangan situasi ke depan.
"Kita berharap tidak sampai berdampak luas kepada jemaah kita, baik umrah maupun haji," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!