Stok BBM Nasional Disebut Hanya 20 Hari, Pertamina Pastikan Pasokan di DIY Aman Jelang Lebaran

Pertamina jamin stok BBM aman jelang Lebaran meski ada isu stok nasional 20 hari. Stok dijaga 20x lipat konsumsi normal & distribusi lancar.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 Maret 2026 | 14:21 WIB
Stok BBM Nasional Disebut Hanya 20 Hari, Pertamina Pastikan Pasokan di DIY Aman Jelang Lebaran
Pembeli antri BBM di salah stu SPBU Kota Yogyakarta. [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Stok BBM nasional disebut 20 hari konsumsi pasca penutupan Selat Hormuz, namun Pertamina menjamin pasokan aman.
  • Angka 20 hari mengindikasikan ketahanan stok dinamis, mampu menutupi konsumsi hingga 20 kali lipat dari rata-rata normal.
  • Pertamina antisipasi lonjakan konsumsi Lebaran 18% di Jateng/DIY dengan skema pengamanan distribusi berkelanjutan.

SuaraJogja.id - Stok bahan bakar minyak (BBM) nasional disebut tinggal 20 hari konsumsi pasca penutupan Selat Hormuz, Iran. Namun Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

"Pertamina menjamin pasokan energi di DIY aman," ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, Kamis (5/3/2026).

Menurut Taufiq, stok 20 hari merujuk pada kemampuan stok nasional dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dalam kondisi normal. Namun angka tersebut perlu dipahami sebagai sistem pengelolaan stok yang dinamis dan bukan berarti persediaan akan habis dalam 20 hari.

Stok BBM yang disebut setara 20 hari konsumsi sebenarnya menunjukkan tingkat ketahanan stok yang disiapkan dalam sistem distribusi energi nasional.

Baca Juga:Minimalisir Kasus Keracunan MBG, DIY Kembangkan Sistem Teknologi Simetris Berbasis AI dan IoT

"Cara membacanya adalah stok pada hari ini bisa bertahan hingga 20 kali lipat dari konsumsi normal. Misalnya konsumsi BBM di Jogja itu 10, kemudian stoknya 200. Artinya, kalau konsumsi melonjak hingga 20 kali lipat pun kita masih bisa menanggulangi karena stoknya tersedia," jelasnya.

Stok tersebut, lanjutnya juga terus diperbarui setiap hari melalui mekanisme distribusi dan pengisian ulang dari kilang maupun terminal BBM. Dengan demikian, pasokan tidak hanya mengandalkan stok yang tersedia saat ini tetapi juga suplai yang terus masuk secara berkelanjutan.

"Barang keluar masuk setiap hari. Jadi stok itu kita jaga tetap di kisaran yang aman, sekitar 20 kali lipat konsumsi normal. Sistem ini berjalan terus menerus sampai akhir tahun," jelasnya.

Taufiq menambahkan, Pertamina juga memastikan kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi saat Lebaran. Periode ini biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat serta tingginya kebutuhan energi, terutama di wilayah tujuan mudik seperti DIY.

Diperkirakan konsumsi energi masyarakat di Jateng dan DIY meningkat hingga 18 persen paa Lebaran nanti. Untuk konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax Series diperkirakan naik 18 persen dari rata-rata normal harian 1.798 kiloliter menjadi 2.127 kiloliter per hari.

Baca Juga:Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama

Sedangkan konsumsi gasoil diprediksi turun 6 persen dari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari. Penurunan ini dipengaruhi pembatasan operasional kendaraan berat selama periode mudik dan arus balik.

Terlebih DIY sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pemudik dan wisatawan saat libur Lebaran. Kondisi ini biasanya membuat konsumsi BBM meningkat signifikan.

Peningkatan konsumsi terutama untuk jenis bensin dan solar di jalur-jalur utama serta kawasan wisata. Karenanya Pertamina menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi energi tetap lancar selama periode tersebut.

Selain menjaga ketersediaan stok di terminal BBM, Pertamina juga menyiapkan berbagai skema pengamanan distribusi. Di antaranya peningkatan pengawasan distribusi, penambahan armada pengangkut hingga kesiapan fasilitas pengisian di jalur mudik.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan BBM di lapangan, terutama pada titik-titik dengan potensi lonjakan konsumsi tinggi seperti rest area, jalur utama mudik, dan kawasan wisata.

Pertamina juga berencana menyampaikan secara khusus kesiapan pasokan energi menjelang Lebaran dalam agenda tersendiri. Kebijakan ini rutin dilakukan setiap tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak