Campak di DIY Masih Mengancam, 112 Kasus Ditemukan, Dinkes Percepat Vaksinasi untuk Cegah Penularan

Kasus campak di DIY naik jadi 112, namun kondisi terkendali berkat cakupan vaksinasi yang tinggi. Dinkes terus memantau dan melengkapi imunisasi anak untuk mencegah penyebaran

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 17 April 2026 | 18:01 WIB
Campak di DIY Masih Mengancam, 112 Kasus Ditemukan, Dinkes Percepat Vaksinasi untuk Cegah Penularan
Kadinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi. [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DIY mencatat kenaikan kasus campak menjadi 112 hingga awal April 2026 akibat mobilitas tinggi masyarakat.
  • Pemerintah memastikan kondisi tetap terkendali karena tingginya cakupan vaksinasi MR sehingga tidak ada korban jiwa di DIY.
  • Dinkes melakukan percepatan imunisasi bagi anak usia 9 hingga 59 bulan untuk memperkuat kekebalan kelompok secara menyeluruh.

SuaraJogja.id - Sejumlah daerah saat ini mulai menerapkan siaga Kejadian Luar Biasa (KLB) campak seiring terjadinya lonjakan kasus. Bahkan kasus tersebut sudah mengakibatkan korban jiwa, terutama anak-anak.

Di DIY, penyakit infeksi saluran pernapasan yang menular tersebut juga masih menjadi ancaman. Hingga awal April 2026, jumlah kasus campak di wilayah ini tercatat mencapai 112 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) DIY,  Gregorius Anung Trihadi di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026) menyatakan angka kasus campak di DIY mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelum Lebaran yang berada di kisaran 94–96 kasus. Namun kenaikan tersebut dinilai masih relatif terkendali.

"Per 6 April kemarin sekitar 112 kasus. Sebelumnya itu sekitar 94 atau 96 kasus, jadi kenaikannya sebenarnya tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Baca Juga:Air Mata Haru di Balik Antrean Syawalan Sultan: Perjuangan Siswa Difabel Demi Salaman Raja Jogja

Menurut Anung, campak merupakan penyakit menular yang selalu dipantau secara ketat. Sebab  berpotensi menimbulkan wabah. 

Karenanya Dinkes melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem ini dievaluasi secara berkala setiap minggu.

"Sistem ini dapat mendeteksi lebih dini peningkatan kasus penyakit menular sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat," ungkapnya.

Anung menyebut, campak dapat menular dengan sangat cepat, terutama melalui percikan droplet dari batuk atau pilek. Mobilitas masyarakat yang tinggi disinyalir bisa berpotensi meningkatkan risiko penularan.

Contohnya pergerakan masyarakat saat masa liburan panjang maupun Lebaran lalu. Mobilitas yang tinggi tersebut dimungkinkan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu penyebaran penyakit menular.

Baca Juga:Waspada Campak Mengintai di Musim Liburan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pentingnya Vaksinasi!

Apalagi pada masa liburan, banyak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Yogyakarta, termasuk dari wilayah yang memiliki kasus campak cukup tinggi.

"Setiap penyakit yang berpotensi wabah, ketika terjadi pergerakan penduduk yang masif tentu punya risiko penularan," ungkapnya.

Namun, lanjut Anung, Dinkes memastikan kondisi saat ini masih terkendali. Salah satu faktor penting yang menekan dampak penyakit ini adalah tingginya cakupan vaksinasi di masyarakat di DIY.

Ilustrasi penyakit campak. (Freepik)
Ilustrasi penyakit campak. (Freepik)

Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di DIY juga tercatat sangat tinggi. Untuk vaksinasi MR dosis pertama mencapai lebih dari 98 persen.

Sedangkan dosis kedua mencapai sekitar 96 persen. Tingginya cakupan imunisasi ini membuat sebagian besar kasus campak yang muncul hanya memerlukan perawatan ringan.

"Yang paling penting, tidak ada kasus campak yang menyebabkan kematian di DIY. Sebagian besar hanya membutuhkan perawatan ringan, rawat jalan, dan hanya beberapa yang perlu rawat inap," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak