- Pedagang hewan kurban di DIY menghadapi penurunan penjualan kambing sebanyak 10 persen akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
- Harga pakan ternak melonjak 35 persen menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, menyebabkan keuntungan peternak kambing menjadi sangat tipis.
- Penjualan sapi di DIY justru meningkat 10 persen karena ukuran hewan yang lebih besar dan sistem pembelian patungan.
SuaraJogja.id - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, pedagang hewan kurban di DIY menghadapi situasi yang serba sulit. Di tengah lonjakan harga pakan ternak yang mencapai 35 persen, penjualan hewan kurban khususnya kambing justru mengalami penurunan hingga 10 persen dibanding tahun lalu.
Kondisi tersebut dirasakan pedagang hewan kurban asal Kalasan, Hari. Ia mengaku pasar kambing tahun ini lesu. Sedangkan penjualan sapi hanya mengalami sedikit kenaikan berkat momentum Idul Adha.
"Kalau kambing turun sekitar 10 persen dibanding tahun-tahun kemarin. Yang hancur peternak kambing ini," ujar Hari disela penyerahan hewan kurban Presiden RI dan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).
Hari mengaku, penurunan penjualan kambing terjadi karena jumlah peternak kambing terus bertambah. Akibatnya pasokan melimpah di pasaran. Bahkan banyak masyarakat yang kini menjadikan ternak kambing sebagai usaha sampingan.
Baca Juga:Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
"Peternak kambing sekarang banyak di mana-mana. Yang sudah punya pekerjaan juga ikut-ikut ternak, jadi suplai banyak," jelasnya.
Selain itu, biaya produksi justru melonjak tajam. Hari menyebut harga pakan ternak sejak sebelum Ramadan 2026 lalu naik sekitar 30 hingga 35 persen. Kondisi itu membuat banyak peternak kecil kesulitan bertahan.
"Pakannya naiknya jos. Bisa 30 sampai 35 persen. Tapi harga kambing enggak ikut naik. Banyak peternak kecil akhirnya gulung tikar," paparnya.
Hari mengaku, keuntungan peternak kambing kini semakin tipis. Karenanya sebagian peternak memilih mencari pekerjaan lain sambil menunggu kondisi pasar membaik.
"Kalau ada jalan lain ya cari jalan lain. Kayanya kondisi kambing ini masih lama membaiknya," ujarnya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
Meski demikian, Hari mengaku masih ada sedikit angin segar dari penjualan sapi kurban yang naik sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. Dia mendapatkan kesempatan menjual sapi kurbannya ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pada Idul Adha kali ini tanpa menyebut nominal harga sapi tersebut.
Namun alih-alih bertambah jumlah penjualan, peningkatan terjadi karena ukuran sapi tahun ini lebih besar sehingga menarik minat pembeli.
"Kalau sapi naik sekitar 10 persen. Kemungkinan karena ukuran sapinya lebih besar-besar," tandasnya.
Ia menilai daya beli masyarakat memang sedikit terdampak kondisi ekonomi. Namun tidak terlalu signifikan memengaruhi pembelian sapi kurban. Mayoritas pembeli masih memilih sistem patungan tujuh orang untuk membeli satu ekor sapi.
"Kalau pengamatan saya tetap rombongan," jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan pemda menyiapkan total 17 sapi bantuan kurban tahun ini. Sebanyak sembilan ekor berasal dari Pemerintah Daerah DIY dan delapan ekor merupakan bantuan Presiden RI.