Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha

Penjualan kambing di DIY lesu akibat suplai melimpah dan harga pakan naik 35%. Sebaliknya, penjualan sapi kurban meningkat 10% karena minat pada sapi berukuran besar

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB
Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha
Sapi-sapi hewan kurban Presiden RI dan Gubernur siap dikirim ke kabupaten/kota dari Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (26/5/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Pedagang hewan kurban di DIY menghadapi penurunan penjualan kambing sebanyak 10 persen akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
  • Harga pakan ternak melonjak 35 persen menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, menyebabkan keuntungan peternak kambing menjadi sangat tipis.
  • Penjualan sapi di DIY justru meningkat 10 persen karena ukuran hewan yang lebih besar dan sistem pembelian patungan.

"Dari Pemda ada sembilan ekor sapi. Kemudian bantuan Presiden ada delapan," jelasnya.

Aris menambahkan, sapi bantuan Presiden dipilih berdasarkan bobot dan kondisi kesehatan. Pemerintah melakukan seleksi ketat karena banyak sapi yang awalnya diklaim berbobot satu ton ternyata tidak mencapai target saat ditimbang ulang.

Sapi dengan bobot terbesar tahun ini berasal dari Gunungkidul dengan berat mencapai 1,1 ton.

"Bobot jadi kriteria utama, kemudian kesehatan. Semua sapi harus lolos pemeriksaan kesehatan," ungkapnya.

Baca Juga:Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika

Peternak sapi asal Sumberadi, Mlati, Sleman, Mustofa yang terpilih untuk bantuan Presiden menjelaskan, sapinya dibeli Presiden Prabowo Subianto seharga Rp85 juta. Sapi yang dinamai Joni itu memiliki bobot lebih dari 900 kilogram 

"Saya sudah rawat joni sejak masih pedet selama tiga setengah tahun. Pas dibeli awalnya waktu divaksinasi dari Puskeswan lihat sapi saya besar, lalu disarankan didaftarkan sebagai sapi Presiden. Alhamdulillah lolos," jelasnya.

Menurut Mustofa, merawat sapi jenis simental membutuhkan ketelatenan dan kedekatan emosional dengan hewan. Ia memberi pakan kombinasi hijauan dan comboran, serta rutin memberikan vitamin, vaksinasi, hingga buah-buahan seperti pisang.

"Kita rawat dengan penuh kasih sayang. Kalau enggak, sapi bisa liar," paparnya.

Sebelum menjadi peternak, Mustofa bekerja sebagai montir. Namun usaha ternak sapi yang awalnya hanya pekerjaan sampingan kini justru menjadi hobi yang membuatnya bahagia.

Baca Juga:Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari

Dia berharap dunia peternakan tetap memiliki masa depan. Namun saat ini peternak kecil harus menghadapi beratnya biaya pakan dan ketatnya persaingan pasar hewan kurban.

"Saya sebenarnya montir. Ternak sapi awalnya cuma selingan, tapi akhirnya senang dan jadi hobi, ya berharap kedepan kondisi peternak lebih baik," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak