- Pedagang hewan kurban di DIY menghadapi penurunan penjualan kambing sebanyak 10 persen akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
- Harga pakan ternak melonjak 35 persen menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, menyebabkan keuntungan peternak kambing menjadi sangat tipis.
- Penjualan sapi di DIY justru meningkat 10 persen karena ukuran hewan yang lebih besar dan sistem pembelian patungan.
"Dari Pemda ada sembilan ekor sapi. Kemudian bantuan Presiden ada delapan," jelasnya.
Aris menambahkan, sapi bantuan Presiden dipilih berdasarkan bobot dan kondisi kesehatan. Pemerintah melakukan seleksi ketat karena banyak sapi yang awalnya diklaim berbobot satu ton ternyata tidak mencapai target saat ditimbang ulang.
Sapi dengan bobot terbesar tahun ini berasal dari Gunungkidul dengan berat mencapai 1,1 ton.
"Bobot jadi kriteria utama, kemudian kesehatan. Semua sapi harus lolos pemeriksaan kesehatan," ungkapnya.
Baca Juga:Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
Peternak sapi asal Sumberadi, Mlati, Sleman, Mustofa yang terpilih untuk bantuan Presiden menjelaskan, sapinya dibeli Presiden Prabowo Subianto seharga Rp85 juta. Sapi yang dinamai Joni itu memiliki bobot lebih dari 900 kilogram
"Saya sudah rawat joni sejak masih pedet selama tiga setengah tahun. Pas dibeli awalnya waktu divaksinasi dari Puskeswan lihat sapi saya besar, lalu disarankan didaftarkan sebagai sapi Presiden. Alhamdulillah lolos," jelasnya.
Menurut Mustofa, merawat sapi jenis simental membutuhkan ketelatenan dan kedekatan emosional dengan hewan. Ia memberi pakan kombinasi hijauan dan comboran, serta rutin memberikan vitamin, vaksinasi, hingga buah-buahan seperti pisang.
"Kita rawat dengan penuh kasih sayang. Kalau enggak, sapi bisa liar," paparnya.
Sebelum menjadi peternak, Mustofa bekerja sebagai montir. Namun usaha ternak sapi yang awalnya hanya pekerjaan sampingan kini justru menjadi hobi yang membuatnya bahagia.
Baca Juga:Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
Dia berharap dunia peternakan tetap memiliki masa depan. Namun saat ini peternak kecil harus menghadapi beratnya biaya pakan dan ketatnya persaingan pasar hewan kurban.
"Saya sebenarnya montir. Ternak sapi awalnya cuma selingan, tapi akhirnya senang dan jadi hobi, ya berharap kedepan kondisi peternak lebih baik," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi