Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik

Pemda DIY mengganti bentor dengan becak listrik di Malioboro. Meski berat berpisah dengan bentor, pengemudi mendukung transisi ini sebagai upaya modernisasi transportasi.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 03 Juni 2026 | 20:29 WIB
Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik
Pengemudi bentor yang mulai dimusnahkan dan diganti becak listrik di Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Daerah DIY menyerahkan becak listrik kepada pengemudi untuk menggantikan 50 bentor yang dimusnahkan di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
  • Program konversi ini bertujuan menata kawasan Malioboro menjadi zona rendah emisi yang bebas dari kendaraan bermotor bermesin.
  • Dinas Perhubungan menargetkan penghapusan operasional bentor secara total di seluruh kawasan Malioboro pada akhir November 2026 mendatang.

Tak hanya bentor, kendaraan bermotor lainnya juga akan dibatasi. Sebab Malioboro akan sepenuhnya menerapkan konsep low emission zone.

Nantinya hanya kendaraan darurat, Trans Jogja, becak kayu, dan becak listrik yang diperbolehkan melintas di kawasan wisata paling ikonik di Yogyakarta tersebut. Bahkan kendaraan roda tiga bermotor atau bajaj yang sempat diwacanakan beroperasi di kawasan wisata juga tidak akan diizinkan masuk ke Malioboro.

"Setelah November, setiap hari berlaku. Kendaraan bermotor tidak boleh melintas," tandasnya.

Namun Erni mengakui tantangan terbesar saat ini adalah jumlah armada becak listrik yang masih jauh dari kebutuhan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DIY, terdapat sekitar 900 becak yang beroperasi di kawasan Malioboro. 

Baca Juga:Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan

Sementara jumlah becak listrik yang tersedia hingga saat ini baru sekitar 200 unit. Karena itu pemda terus menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat pengadaan armada baru.

"Kita akan cari perusahaan yang bisa membantu menyediakan becak listrik," paparnya.

Sementara itu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan perubahan menuju transportasi ramah lingkungan tidak boleh menghilangkan mata pencaharian para pengemudi becak. Apalagi becak merupakan bagian dari identitas budaya Yogyakarta yang harus tetap dipertahankan.

"Jangan sampai kita pro lingkungan tetapi tidak pro kepada manusia. Jangan sampai kita menghilangkan becak dan menghilangkan mata pencarian bapak-bapak semuanya," tandasnya.

Hasto menyebut, becak listrik menjadi jalan tengah yang memungkinkan Yogyakarta menjaga ikon transportasi tradisionalnya sekaligus mengurangi emisi kendaraan di pusat kota.

Baca Juga:Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana

"Transformasi itu kini mulai berjalan kedepannya," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak