Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir

Mahasiswa UII Yogyakarta gelar aksi protes menuntut pemerintah atasi krisis ekonomi, turunkan harga pokok/BBM, serta hentikan program MBG dan Kopdes

Budi Arista Romadhoni
Senin, 15 Juni 2026 | 15:38 WIB
Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
Ratusan mahasiswa berunjukrasa di Titik Nol Km Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa UII menggelar aksi unjuk rasa di Yogyakarta pada Senin (15/6/2026) untuk memprotes kondisi ekonomi nasional.
  • Massa menuntut pemerintah menurunkan harga BBM, bahan pokok, serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan Kopdes.
  • Mahasiswa juga mendesak reformasi kepolisian dan perbaikan pola komunikasi pemerintah agar lebih transparan kepada seluruh masyarakat.

Tak hanya itu, massa aksi turut mengkritik tata kelola fiskal dan keuangan negara. Mereka menilai pemerintah terlalu mudah menyalahkan faktor global ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.

"Pemerintah mestinya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi masyarakat dari dampak inflasi, bukan jalan-jalan ke luar negeri," ungkapnya.

Isu reformasi kepolisian juga menjadi bagian dari tuntutan mereka. Radin menilai terdapat ketidaksesuaian antara semangat reformasi Polri dengan berbagai kebijakan yang justru dinilai memperluas ruang kekuasaan institusi tersebut.

Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan maraknya pemutusan hubungan kerja, pemerintah justru dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi anggota Polri aktif untuk menduduki berbagai jabatan.

Baca Juga:8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan

"Masyarakat secara umum saat ini kesulitan mendapatkan pekerjaan, banyak pekerja yang di-PHK. Malah pemerintah membuat lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk kepolisian, memperlebar kekuasaan mereka," tandasnya.

Mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap militerisme di ranah sipil dan mendesak pemerintah memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat. Sebab pemerintah selama ini cenderung bersikap defensif dan enggan mengakui kekeliruan dalam menjalankan kebijakan.

"Kami menuntut perbaikan pola komunikasi pemerintah dan mengakui segala kesalahannya," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak