- KAI Daop 6 Yogyakarta memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di stasiun pada 17 Agustus 2026.
- Kegiatan diisi pembentangan bendera merah putih sepanjang 25 meter bersama penumpang dan petugas.
- Pertunjukan tari Garuda Yaksa berbobot 55 kilogram turut memeriahkan suasana di tengah lonjakan penumpang.
Ada empat pilihan warna kostum, yakni kuning, hijau, biru, dan ungu. Untuk penampilan di Stasiun Yogyakarta, warna kuning dipilih karena identik dengan KAI Daop 6 Yogyakarta.
"Untuk penampilan kali ini kami memilih warna kuning karena identik dengan KAI Daop 6 Yogyakarta," ungkapnya.
Tampil membawa properti seberat 55 kilogram di tengah kerumunan penonton bukan perkara mudah. Antusiasme penumpang justru menjadi tantangan tersendiri bagi penari.
Tri mengatakan seharusnya ia melakukan manuver berkeliling di antara para penari. Namun padatnya penonton membuat ruang geraknya terbatas.
Baca Juga:Royalti Musik Bikin Stasiun 'Sepi', Lagu Ikonik Hilang dari Yogyakarta dan Solo
"Sangat ada. Kebetulan seharusnya saya melakukan manuver berkeliling di antara para penari. Namun karena antusiasme penonton sangat banyak, saya tidak bisa melakukan manuver secara maksimal," katanya.
Di sisi lain, momentum kemerdekaan tahun ini juga beriringan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Feni menambahkan, KAI Daop 6 memperkirakan total penumpang yang diberangkatkan maupun datang ke wilayahnya mencapai sekitar 45.000 orang selama libur Kemerdekaan.
Jumlah tersebut naik sekitar 10 persen dibandingkan hari Senin biasa. Long weekend yang bertepatan dengan momentum 17 Agustus menjadi salah satu pemicunya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Daop 6 juga melakukan sejumlah langkah operasional, termasuk menambah peron masuk untuk rangkaian kereta api serta mengoperasikan kereta fakultatif, di antaranya Malioboro Ekspres dan Sancaka.
"Ini karena momen 17 Agustus bertepatan dengan long weekend, sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur ke Yogyakarta," jelasnya.
Baca Juga:Bendera One Piece Berkibar: Rektor UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ini
Salah satu penumpang, Sisca mengaku tetap mencintai Indonesia sebagai tanah air dan bangga menjadi warga negara Indonesia (WNI) meski tidak dengan pemerintahnya. Warga Yogyakarta yang kini tinggal di Jakarta itu menyatakan di Hari Kemerdekaan RI kali ini, banyak persoalan yang harus dihadapi rakyat akibat ulah elite yang tidak pro rakyat.
"Saya cinta tanah air, tetapi bukan berarti saya cinta dengan pemerintahan sekarang. Senang masih bisa merayakan hari kemerdekaan, tapi sedih kalau melihat banyak masalah bangsa ini," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi