- Aktivis sembilan puluhan Edi Khemod menyatakan situasi politik Indonesia kini menyerupai kondisi menjelang Reformasi.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Yogyakarta pada hari Selasa tanggal dua puluh lima Agustus tahun dua ribu dua puluh enam.
- Edi menilai gerakan masyarakat sipil mampu menekan pemerintah namun harus didampingi oleh para pakar.
Namun Edy mengingatkan agar gerakan masyarakat sipil tetap didampingi pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk menjaga substansi perjuangan. Dia berharap para pakar dapat membantu agar aspirasi masyarakat tetap fokus dan tidak ditunggangi isu yang justru mengaburkan tujuan gerakan.
"Menurut saya, menarik banget. Ini contoh bahwa masyarakat sipil bisa menguasai negara. Semoga masyarakat sipilnya ditemani oleh pakar-pakar yang bisa menjaga aspirasinya tetap fokus dan tidak terpenetrasi isu-isu yang tidak seharusnya," ungkapnya.
Tak hanya soal aksi masyarakat, Edy juga menyinggung persoalan sosial dan bencana yang menurutnya belum mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan. Banyak persoalan yang seolah tidak digubris pemerintah karena ketidakpedulian mereka.
Bagi Edy, persoalan tersebut bukan sesuatu yang baru ia suarakan. Ia mengaku terus menyampaikan kritik serupa dari panggung ke panggung.
Baca Juga:Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
Meski menyadari pengaruhnya sebagai musisi dan publik figur mungkin belum besar, Edy tetap meyakini suara dari masyarakat sipil memiliki pengaruh.
"Lah, itu yang selama ini gue suarakan. Dari kemarin, setiap panggung kita suarakan. Dulu, sekarang, sama," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi