Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR

Forum BEM DIY demo di DPRD DIY, menolak kekuasaan sentralistik, mendesak pengesahan UU Perampasan Aset, penguatan otonomi daerah, dan menolak militerisasi ruang sipil.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR
Ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan Kantor DPRD DIY, Kamis (27/8/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD DIY pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Mahasiswa menuntut penguatan otonomi dan fiskal daerah, percepatan pengesahan UU Perampasan Aset, serta penghentian militerisasi ruang sipil.
  • Aksi tersebut dilakukan karena pemerintah pusat dan DPR dinilai kurang serius menyelesaikan berbagai persoalan bangsa saat ini.

Forum BEM DIY juga mengaitkan tuntutan tersebut dengan kondisi pemberantasan korupsi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  Ia menilai pemerintah dan DPR belum menunjukkan keseriusan yang cukup dalam mendorong pengesahan UU Perampasan Aset.

"Rakyat melihat bagaimana korupsi semakin meningkat di zaman pemerintahan Prabowo. Sampai saat ini, kami menilai pemerintah dan DPR masih kurang serius dalam mendorong Undang-Undang Perampasan Aset," jelasnya.

Selain desentralisasi dan UU Perampasan Aset, mahasiswa juga menyoroti apa yang mereka sebut sebagai militerisasi di lembaga, institusi, dan masyarakat sipil. 

Faturrahman menyatakan mahasiswa menilai militer mulai memasuki berbagai ruang sipil. Karena itu, salah satu tuntutan mereka adalah "menarik militer ke barak".

Baca Juga:Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus

"Militer sudah mulai masuk ke berbagai ruang sipil," katanya.

Terkait mobilisasi massa ke Jakarta, saat ini Forum BEM DIY belum akan melakukannya. Faturrahman menyebut keterbatasan menjadi salah satu alasan mereka memilih mengaktifkan simpul-simpul gerakan di daerah, khususnya Yogyakarta.

"Kami masih fokus menyuarakan isu masalah bangsa di jogja," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak