Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih

Terkait maraknya kekerasan ormas, Muhammadiyah mendesak aparat hukum menindak tegas tanpa tebang pilih. Ormas tak boleh jadi tameng, dan hukum harus menjadi panglima.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 01 September 2026 | 16:35 WIB
Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih
Ketua MPKSDI Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan di Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Ketua MPKSDI Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan di Yogyakarta mendesak aparat menindak tegas oknum ormas pelaku kerusuhan Jakarta.
  • Muhammadiyah menegaskan status ormas tidak boleh menjadi tameng tindak pidana dan pemerintah berwenang membubarkan ormas meresahkan.
  • Pemerintah diminta menerapkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum secara objektif tanpa membedakan status anggota organisasi.

Karena itu, prinsip equal justice atau kesetaraan di hadapan hukum harus benar-benar diterapkan. Gus Baha meminta aparat tidak tebang pilih atau ragu ketika berhadapan dengan organisasi yang anggotanya melakukan kekerasan.

Sanksi tegas, proses pidana individu-individu yang terlibat, dan evaluasi juga keberadaan-keberadaan ormas itu bagaimana. Saya kira pemerintah punya cukup informasi dan data," tandasnya.

Persoalan lain, menurut Gus Baha, adalah membedakan tindakan individu dengan tindakan yang memang menjadi bagian dari organisasi.
Jika kekerasan dilakukan oleh seseorang secara pribadi, maka individu tersebut yang harus diproses. 

Namun persoalannya menjadi berbeda apabila tindakan tersebut dilakukan secara terstruktur dan masif. Sebab pimpinan organisasi tidak mungkin mengontrol seluruh perilaku anggotanya di luar aktivitas organisasi. 

Baca Juga:Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang

Karena itu penindakan terhadap organisasi harus didasarkan pada bukti tindakan tersebut memang berkaitan dengan struktur, kebijakan atau komando organisasi.

"Kalau perilakunya itu individu, ya mungkin baru oknum, itu oknumnya yang ditindak. Tapi kalau terstruktur, masif, itu ya ada komandonya, ada kebijakan resminya, berarti itu ormasnya," jelasnya.

Gus Baha juga mengingatkan keberadaan ormas seharusnya memberikan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat, bukan justru membuat warga ketakutan. Ia mencontohkan prinsip dakwah Muhammadiyah yang mengedepankan pendekatan persuasif.

Ormas seharusnya hadir membawa ketenteraman, kenyamanan dan kemanfaatan. Bukan menciptakan kecemasan hingga membuat masyarakat takut terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan.

"Dakwahnya merangkul, Mas. Dakwahnya merangkul, bukan memukul," paparnya.

Baca Juga:Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Gus  Baha pun mengajak seluruh ormas mengedepankan edukasi, pencerahan dan tindakan simpatik dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat. Diantaranya melakukan tindakan-tindakan ormas itu yang mengedukasi, yang memberikan pencerahan alih-alih melalui ancaman.

Bagi Muhammadiyah sendiri, ukuran keberhasilan sebuah ormas bukan seberapa besar massa yang mampu dikerahkan. Namun lebih dari itu seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ia berharap kader Muhammadiyah maupun anggota ormas lainnya mampu menjadi contoh dalam menjalankan kebebasan berserikat secara bertanggung jawab.

"Jadilah contoh nyata berserikat berkumpul yang baik dan benar dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat sehingga kehadirannya itu disenangi, bahkan dicintai, ditunggu-tunggu oleh masyarakat," tandasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak