- Aliansi Masyarakat Sipil dan warga terlibat gesekan fisik di Simpang 4 Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa malam.
- Warga meminta pembubaran aksi karena penutupan jalan menyebabkan kemacetan, tetapi massa aksi tetap bertahan.
- Enam mahasiswa mengalami luka-luka serta gangguan kesehatan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih.
"Pak saya dipukul," ujar seorang peserta aksi kepada petugas.
Teriakan lain juga terdengar dari tengah kerumunan yang meminta aparat mengantisipasi adanya warga yang disebut membawa senjata tajam. Informasi tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Hingga sekitar pukul 19.19 WIB, situasi di sekitar Jalan Cik Ditiro dan Simpang Gramedia mulai terkendali. Massa aksi masih bertahan di badan jalan dengan pengawasan aparat, sementara kelompok warga kemudian bergerak menjauh dari lokasi.
Peristiwa tersebut menyisakan persoalan lain terkait keselamatan peserta aksi. Enam mahasiswa yang sempat mendapat perawatan di RS Panti Rapih menjadi bagian dari dampak fisik maupun psikologis yang muncul setelah gesekan di tengah demonstrasi.
Baca Juga:Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
Kondisi terakhir keenam mahasiswa tersebut, termasuk apakah seluruhnya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit maupun pihak terkait.