- Aliansi Masyarakat Sipil melakukan demonstrasi menuntut penuranan rezim di Simpang 4 Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa malam.
- Warga memukul mundur massa aksi karena penutupan akses jalan yang memicu kemacetan parah di pusat kota.
- Bentrokan mereda setelah polisi menerjunkan personel tambahan, mengakibatkan korban luka, dan arus lalu lintas kembali normal.
Sempat Tenang, Lalu Dipukul Mundur
![Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Simpang 4 Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/47523-aksi-demo-simpang-gramedia.jpg)
Ketegangan sempat mereda. Warga kembali mundur dan massa perlahan kembali lagi ke simpang empat Gramedia untuk melakukan konsolidasi lanjutan terkait aksi tersebut.
Hasilnya massa menyepakati untuk tetap menggelar aksi meski sempat terjadi kericuhan.
Tak berselang lama, melihat kondisi jalan yang tak kunjung terurai, warga setempat kembali mendatangi barisan massa untuk membuka ruang dialog pukul 20.30 WIB.
Baca Juga:21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
Negosiasi berjalan alot sebab massa bersikukuh bertahan, sementara warga merasa hak jalannya terganggu oleh aksi yang berlarut-larut.
Eskalasi perdebatan kian memuncak pada pukul 21.55 WIB setelah massa justru menuntut warga untuk membubarkan diri terlebih dahulu sebagai syarat pembubaran aksi.
Sikap ini memicu amarah warga hingga berujung pada tindakan nekat menerobos barikade dan memukul mundur barisan massa secara paksa ke arah utara menuju kampus UGM.
Situasi di lapangan berlanjut semakin liar ketika jajaran kepolisian yang berada di lokasi gagal membendung gelombang bentrokan fisik.
Di tengah kepanikan dan aksi saling dorong saat massa dipukul mundur, percikan semprotan merica sempat mewarnai kerusuhan. Tidak diketahui secara pasti siapa yang menyemprotkan cairan tersebut.
Baca Juga:Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
Ketika massa aksi sudah mundur cukup jauh akhirnya personel tambahan kepolisian diterjunkan untuk memisahkan kedua kelompok agar kericuhan tak makin meluas.
Ada Provokator
![Ketegangan pecah di tengah gelombang demonstrasi Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Simpang 4 Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam. [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/12340-demo-ricuh-di-yogyakarta.jpg)
Kericuhan di tengah aksi pemukulan mundur tersebut memakan korban luka di pihak massa aksi. Perwakilan massa, Fa, mengonfirmasi adanya sejumlah mahasiswa yang terdesak hingga membutuhkan pertolongan medis mendesak.
"Tadi sempat ada mahasiswa yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis gitu," kata dia, Selasa malam di lokasi.
Ia menyebut kericuhan tidak lepas dari provokator yang sengaja membuat aksi tersebut ricuh.
"Itu terjadi karena ada provokator yang memprovokasi kita sehingga sempat ricuh sebentar. Dan pada akhirnya dari ricuh itu muncul kepanikan dari massa, dan kepanikan dari massa itu pada akhirnya, ya itu tadi, mengakibatkan ada beberapa teman kita yang membutuhkan bantuan medis," ujarnya.