- IAGI menggelar PIT ke-55 dan GEOSEA XIX di Yogyakarta pada 2-5 November 2026 untuk membahas pengelolaan sumber daya dan mitigasi bencana.
- SKK Migas menyatakan eksplorasi migas dan pemanfaatan teknologi modern berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan serta transisi energi nasional.
- Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan penilaian bahaya geologi harus menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan investasi dan penyusunan tata ruang.
"Saya mengingatkan kita semua untuk menjadikan penilaian bahaya geologi sebagai bagian integral dari setiap pengambilan keputusan, bukan sekadar pertimbangan belakangan. Berinvestasi dalam pencegahan dan mitigasi selalu jauh lebih murah dibandingkan biaya pemulihan pascabencana," ujar Lana.
Lana menegaskan bahwa penanganan risiko geologi memerlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, serta masyarakat luas.
Selain itu, penetapan kawasan geopark atau warisan geologi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata berkelanjutan tanpa merusak kelestarian alam.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan bahwa falsafah Hamemayu Hayuning Bawana mengajarkan manusia untuk senantiasa menjaga keselamatan dan keharmonisan jagat raya.
Baca Juga:Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
Pengelolaan bumi dinilai memerlukan landasan kearifan lokal agar pemanfaatan ilmu pengetahuan tidak melampaui daya dukung lingkungan.
"Kearifan tersebut menuntun manusia memahami bahwa kekayaan bumi adalah warisan yang dapat dimanfaatkan, tetapi tidak boleh dihabiskan tanpa perhitungan," tegas Sri Sultan.
Sultan menambahkan bahwa keputusan dan kebijakan eksplorasi yang diambil hari ini akan menentukan kualitas hidup generasi penerus di masa depan.