- Indeks Pembangunan Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2026 meningkat menjadi 83,43 atau naik 0,95 poin.
- Kota Yogyakarta mencatat IPM tertinggi sebesar 90,28, sedangkan Kabupaten Gunungkidul memiliki capaian terendah sejumlah 73,92.
- Badan Pusat Statistik DIY melaporkan pengeluaran riil per kapita masyarakat meningkat 3,67 persen mencapai Rp16,44 juta.
SuaraJogja.id - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat menjadi 83,43 pada 2026. Namun, di balik capaian tersebut, kesenjangan pembangunan manusia antardaerah masih terlihat. Kota Yogyakarta mencatat IPM tertinggi sebesar 90,28, sedangkan Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni 73,92.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan, selisih IPM kedua wilayah tersebut mencapai 16,36 poin. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia di DIY belum menghasilkan capaian yang sama di seluruh kabupaten/kota.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, IPM DIY pada 2026 mencapai 83,43 atau meningkat 0,95 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 82,48. Secara persentase, kenaikan tersebut mencapai sekitar 1,15 persen.
"Pertumbuhan IPM tahun ini menunjukkan percepatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan," kata Endang dalam keterangan di Yogyakarta, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga:Tak Perlu Bingung Cari Parkir di Kota Jogja, Wisatawan Kini Bisa Cek Secara Real-Time Lewat HP
Menurutnya, peningkatan IPM tersebut tercermin dari tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup (UHH) bayi yang lahir pada 2026 mencapai 75,83 tahun. Angka tersebut meningkat 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pada dimensi pendidikan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun ke atas meningkat dari 15,78 tahun menjadi 15,98 tahun.
Adapun rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 10,20 tahun menjadi 10,46 tahun.
Gunungkidul dan Kulon Progo Masih dalam Kategori Tinggi
Baca Juga:Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
Meski IPM DIY secara keseluruhan telah masuk kategori sangat tinggi, capaian di tingkat kabupaten/kota masih menunjukkan perbedaan.
Selain Kota Yogyakarta yang mencatat IPM 90,28, Kabupaten Sleman berada di posisi berikutnya dengan 87,14, disusul Bantul sebesar 84,02.
Ketiga wilayah tersebut telah masuk kategori pembangunan manusia sangat tinggi.
Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo mencatat IPM sebesar 77,89 dan Gunungkidul sebesar 73,92. Keduanya masih berada dalam kategori tinggi.
Endang menjelaskan, perbedaan capaian antardaerah mencerminkan variasi komponen pembentuk IPM, seperti akses pendidikan, tingkat kesehatan, dan pengeluaran riil per kapita masyarakat.
Meski demikian, seluruh kabupaten/kota di DIY mencatat peningkatan IPM dibandingkan tahun sebelumnya.