- Indeks Pembangunan Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2026 meningkat menjadi 83,43 atau naik 0,95 poin.
- Kota Yogyakarta mencatat IPM tertinggi sebesar 90,28, sedangkan Kabupaten Gunungkidul memiliki capaian terendah sejumlah 73,92.
- Badan Pusat Statistik DIY melaporkan pengeluaran riil per kapita masyarakat meningkat 3,67 persen mencapai Rp16,44 juta.
"Kenaikan IPM di seluruh kabupaten/kota menunjukkan pembangunan manusia di DIY berlangsung secara merata, meskipun terdapat perbedaan tingkat capaian antarwilayah. Peningkatan nilai IPM juga menunjukkan arah pembangunan yang positif dan berkelanjutan," ujarnya.
Pengeluaran Riil Per Kapita Meningkat 3,67 Persen
Di sisi lain, peningkatan kualitas hidup masyarakat DIY juga terlihat dari dimensi standar hidup layak.
BPS DIY mencatat pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan pada 2026 mencapai Rp16,44 juta per tahun. Angka tersebut meningkat Rp582 ribu atau sekitar 3,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga:Tak Perlu Bingung Cari Parkir di Kota Jogja, Wisatawan Kini Bisa Cek Secara Real-Time Lewat HP
Kenaikan tersebut menjadi salah satu komponen yang mendorong peningkatan IPM DIY pada tahun ini.
Secara nasional, posisi DIY juga tetap berada di peringkat kedua dalam capaian IPM. Status pembangunan manusia di provinsi tersebut telah berada pada kategori sangat tinggi sejak 2021.
Endang mengatakan, capaian 2026 memperkuat posisi DIY dalam pembangunan manusia nasional.
"Status pembangunan manusia DIY sejak tahun 2021 telah berada pada kategori sangat tinggi dan capaian tahun 2026 memperkuat posisi tersebut," katanya.
Meski demikian, perbedaan capaian antara kabupaten/kota menjadi catatan penting dalam upaya pemerataan pembangunan. Peningkatan akses pendidikan, kesehatan, serta standar hidup layak masih perlu diperhatikan agar seluruh masyarakat DIY dapat merasakan manfaat pembangunan manusia secara lebih merata.
Baca Juga:Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi