Sunaryanto (bercelana pendek) berlari bersama pendukungnya sejauh 7,5 kilometer ke KPU Gunungkidul, Minggu (6/9/2020). - (SuaraJogja.id/Julianto)
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani menyampaikan, cuti dari jabatan menjadi persyaratan bagi petahana yang maju ke Pilkada. Syarat tersebut tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 18/2019. Berdasarkan PKPU, petahana yang mencalonkan diri bersedia cuti di luar tanggungan negara selama kampanye berlangsung.
"Semua itu adalah prasyarat untuk maju menjadi calon bupati dan wakil bupati, sesuai PKPU yang berlaku," tegasnya.
Para calon dari kalangan tersebut wajib menyerahkan lampiran berupa surat pengunduran serta keterangan bahwa pengunduran sedang diproses oleh pejabat berwenang. Lampiran ini diserahkan lima hari setelah penetapan calon.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Gegara Tabung Gas 3 kg Bocor, Rumah Yatimah Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Bertemu Sunaryanto di Warung Bakso, Cucu Sri Sultan HB VIII: Cuma Kebetulan
-
Partai Gelora Dukung Paslon Bambang Wisnu Handoyo di Pilkada Gunungkidul
-
Cerita Penyintas Gangguan Jiwa, Aku Merasa Suamiku Berkomplot Membunuhku
-
Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Masih Tinggi, Penyebab Utama Depresi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana