Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 18 September 2020 | 06:25 WIB
Bupati Bantul Suharsono memecahkan kendi sebagai simbol peresmian peluncuran bus DAMRI dengan rute Terminal Palbapang menuju Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA, di Terminal Palbapang, Bantul, (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Sementara itu, General Manajer Perum DAMRI Cabang Yogyakarta Rahmat Santoso menyampaikan bahwa sebenarnya operasional DAMRI sendiri sudah dimulai sejak 4 Juli yang lalu.

Dari sejak pertama beroperasi, pihaknya merasakan antusiasme masyarakat yang hendak mengakses layanan DAMRI.

"Kalau untuk saat ini weekend penumpang bisa mencapai 600-800 penumpang, tapi kalau akhir pekan mungkin hanya 120a-n penumpang. Jadi YIA sekarang bertambah fungsinya, yakni tempat destinasi wisata baru," ucapnya.

Rahmat menjelaskan, perusahaan milik negara tersebut setiap hari menyiapkan lima unit bus. Namun yang nantinya siap beroperasi setiap harinya adalah empat bus, sedangkan satu bus akan dicadangkan untuk perawatan.

Baca Juga: Dongkrak Harga Cabai Merah, Petani Lahan Pasir Pesisir Bantul Gelar Lelang

Kapasitas satu bus DAMRI sendiri terdiri dari 46 kursi, tetapi selama pandemi Covid-19, satu bus itu tidak akan diisi penuh.

Separuh kursi yang diisi tersebut sebagai bentuk Perum DAMRI memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bupati Bantul Suharsono berharap, diresmikannya operasional bus DAMRI bisa lebih mendongkrak pariwisata dan perekonomian di wilayah Bantul.

“Dengan adanya DAMRI ini, semoga bisa menjadi sinergitas yang baik untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di Bantul," kata Suharsono.

Baca Juga: Sempat Ditolak, IPAL Bondalem Bakal Dibangun di Lahan Seluas 2 Hektare

Load More