SuaraJogja.id - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memberikan 500 unit paket mesin pompa air konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada para petani di Bantul.
Kepala Seksi Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Mariani mengatakan, selain lebih menghemat ongkos produksi penggunaan bahan bakar gas untuk mesin pompa air dinilai lebih ramah lingkungan. Konversi mesin pompa ini bukan hal baru karena memang sudah pernah diuji coba sejak 2019 lalu.
"Pilot project-nya sudah sejak 2019, saat itu hanya ada 1.000 paket saja. Melihat hasilnya yang baik tahun ini kita adakan lagi dengan total mencapai 10.000 paket yang nanti dibagikan ke nelayan dan petani di 24 kabupaten/kota se-Indonesia," ujar Mariani kepada awak media, saat mendistribusikan paket konversi BBM ke BBG untuk mesin pompa air di Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020).
Disampaikan Mariani, berdasarkan testimoni para petani yang sudah menjajal mesin tersebut penggunaan mesin pompa itu bisa memangkas ongkos produksi. Hal ini sangat diapresiasi oleh para petani karena bisa lebih menghemat dengan menggunakan mesin pompa berbahan bakar gas.
"Bisa lebih hemat sampai sekitar 50 persen," ucapnya.
Dipaparkan Mariani, dari satu tabung gas berukuran 3 kilogram dapat digunakan untuk menghidupkan mesin pompa air selama 7-8 jam. Hasil itu jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan pengoperasian bahan bakar minyak.
"Kalau pakai BBM, dengan waktu yang sama sekitar 7-8 jam butuh BBM sebanyak 7-8 liter. Artinya memang gas bisa jadi lebih hemat," paparnya.
Menurut Mariani, konversi penggunaan bahan bakar gas ini juga dapat dimaknai sebagai sebuah program terkait dengan diversifikasi atau penganekaragaman energi. Diharapkan dengan adanya diversifikasi dan hadirnya alat baru ini petani bisa lebih memaksimalkan potensi yang ada.
Sementara itu, Komisi VII DPR-RI, Gandung Pardiman, menuturkan konversi ini dapat menjadi solusi para petani di Bantul selama ini yang mengeluhkan biaya operasional. Ia menguraikan jika kesejahteraan petani bisa bertambah 0,9 persen saja maka pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipastikan dapat naik 1 persen.
Baca Juga: Wisata Alam Lereng Merapi Masih Jadi Kegiatan Favorit Wisatawan di Jogja
"Dengan adanya konversi ini biaya produksi pertanian yang harus dikeluarkan petani menjadi rendah atau bisa diminimalisir. Saya berharap bantuan ini didistribusikan dengan tepat dan tidak salah sasaran," tegasnya.
Gandung menegaskan, tahun depan komisinya akan terus mendorong pengadaan alat tersebut. Targetnya kata Gandung, sekitar 50 ribu paket se-Indonesia.
"Tahun depan targetnya ada sekitar 50an ribu paket untuk se-Indonesia. Khusus untuk di DIY target bisa dapat 2.500 paket. Nantinya kabupaten/ kota masing-masing mudah-mudahan dapat 500 unit," tandasnya.
Sementara itu Assek II Setda Bantul, Bambang Guritno menambahkan dampak pandemi Covid-19 di Bantul dirasakan hampir oleh semua pihak. Bahkan pandemi Covid-19 juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang terjun hingga 20 persen pada sektor pertanian.
Permasalahan lain yang dialami oleh pertanian di Bantul adalah berupa penyusutan lahan pertanian. Tercata pada tahun 1990 terdapat lahan subur sebanyak 16.800 hektare namun saat ini tinggal tersisa 12.800 hektare lahan subur di Bantul.
"Lahan pertanian semakin menyusut, generasi muda enggan melanjutkan bertani ini masalah yang dihadapi saat ini. Semoga dengan ini bisa jadi momentum kebangkitan juga," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul