Ardi menjelaskan jika tiga orang tersebut memang tergabung dalam sebuah geng. Kendati demikian pihaknya tidak menyebutkan pelaku masuk dalam geng apa.
"Mereka memang satu geng, karena salah satu temannya diserang sekelompok orang yang juga mereka anggap sebagai geng musuhnya, pelaku berkeinginan membalas dendam," kata dia.
Ketiga tersangka mengaku baru melancarkan aksi tersebut pertama kali. Kendati demikian kepolisian tetap memproses tindak pidana yang mereka lakukan.
Atas perbuatan mereka, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin serta Pasal 169 KUHP tentang Ikut Campur dalam Perkumpulan dalam Melakukan Tindak Kejahatan.
"Mereka diancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan enam tahun. Karena ada pelaku di bawah umur, nantinya ada proses UU perlindungan anak. Dua lainnya akan menjalani proses sesuai hukum yang berlaku," jelas Ardi.
Berita Terkait
-
Kantongi Identitas Pelaku, Polisi Buru Gerombolan Pembacok di Yogyakarta
-
Jatuh dari Motor, 3 Remaja Diduga Pelaku Klitih di Bantul Diamankan Warga
-
Viral Ribut-ribut Pemotor Diduga Klitih, Masyarakat Resah
-
Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Klitih di Maguwoharjo Dihukum Wajib Lapor
-
Babak Belur, 2 Remaja Diduga Pelaku Klitih Diamankan Warga Maguwoharjo
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang