Berbeda dengan data yang tercatat di Puri Nirmala Yogyakarta, di wilayah Sleman tidak diketahui adanya peningkatan jumlah orang stres akibat terdampak Covid-19.
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia sebagai salah satu fasilitas kesehatan untuk kasus gangguan jiwa pun menyatakan pandemi Covid-19 tetap tidak menimbulkan lonjakan pasien baru baik yang rawat jalan ataupun yang rawat inap.
Direktur Utama RSJ Grhasia Akhmad Akhadi mengatakan, jika mengacu pada mekanisme pemeriksaan gangguan jiwa itu mengenal dengan ada yang disebut predisposisi, predileksi dan trigger.
Dijelaskan Akhmad, predileksi dan predisposisi memiliki pengertian yang hampir sama. Yakni faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kesempatan terjadinya gangguan jiwa itu muncul lebih besar.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di DIY Tembus 21.254, Sri Sultan Curhat Begini
Contoh misal trauma psikis yang berat, kemudian sifat dari seseorang. Dikatakan Akhmad, menurut banyak laporan orang introvert itu lebih beresiko menderita gangguan jiwa daripada yang ekstrovert.
"Sementara untuk trigger atau pemicunya itu ya macam-macam. Salah satunya misalnya kehilangan pasangan, pekerjaan, di situlah kemudian termasuk pandemi. Ketika ada pandemi itu bukan pada pandeminya, tapi pada dampak langsung dari pandemi itu," tuturnya.
Akhmad mengatakan akibat pandemi banyak orang yang kemudian terdampak langsung, di samping penderita yang terpapar langsung. Namun ada juga kemudian orang-orang yang pendapatannya berkurang akibat kebijakan yang diambil saat pandemi, misal harus di rumah, aktivitas perekonomian harus dibatasi dan lain sebagainya.
Menurutnya, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini sebetulnya tidak berpengaruh secara bermakna. Hal itu dapat dilihat dari riwayat kunjungan rawat jalan, terkhusus pada pasien baru yang juga tidak mencolok.
"Jadi data orang atau pasien yang baru sekali datang melakukan kunjungan itu tidak mencolok. Kalau kita lihat di bulan Januari ada 302 orang baru, tapi pasien lamanya 2460 orang. Kemudian di Maret dan April saat mulai pandemi Covid-19, pasien baru hanya 355 orang, kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya naik hanya sekitar 53 orang yang baru. Tetapi pasien lamanya 2465 orang. Nah sehingga pasien baru ini kita lihat tidak ada kemudian peningkatan yang sangat mencolok. Selama ini fluktuatif dengan tidak ada peningkatan yang sangat signifikan atau mencolok dan masih didominasi pasien lama. Jadi kalau ada pertanyaan apakah pandemi Covid-19 berdampak langsung dengan meningkatnya orang dengan gangguan jiwa, jawabannya tidak," ucapnya.
Baca Juga: Kasus COVID-19 di DIY Masih Tinggi, Sri Sultan Larang Pembukaan Sekolah
Justru, kata Akhmad, salah satu dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan adalah kunjungan pasien baik yang rawat jalan maupun rawat inap justru menurun. Terkhusus di awal pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia tepatnya di bulan Maret, April, dan Mei.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Mie Ayam Jogja Murah Seharga Kantong Mahasiswa
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
Terpopuler
- Pamer Hampers Lebaran dari Letkol Teddy, Irfan Hakim Banjir Kritikan: Tolong Jaga Hati Rakyat
- Kekayaan Menakjubkan Lucky Hakim, Bupati Indramayu yang Kena Sentil Dedi Mulyadi
- Jairo Riedewald Belum Jelas, Pemain Keturunan Indonesia Ini Lebih Mudah Diproses Naturalisasi
- Jualan Sepi usai Mualaf, Ruben Onsu Disarankan Minta Tolong ke Sarwendah
- Bak Trio Ridho-Idzes-Hubner, Timnas Indonesia U-17 Punya 3 Bek Solid
Pilihan
-
Megawati dan Prabowo Subianto Akhirnya Bertemu, Begini Respon Jokowi
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan ASEAN Solid dan Bersatu
-
Emas dan Bitcoin Banyak Diborong Imbas Ketegangan Perang Dagang AS vs China
-
Red Sparks Bangkit Dramatis, Paksa Set Penentuan di Final Liga Voli Korea 2024/2025
-
RESMI Lawan Manchester United di Malaysia, ASEAN All-Stars Bakal Dilatih Shin Tae-yong?
Terkini
-
Libur Lebaran di Sleman, Kunjungan Wisatawan Melonjak Drastis, Candi Prambanan Jadi Primadona
-
Zona Merah Antraks di Gunungkidul, Daging Ilegal Beredar? Waspada
-
Miris, Pasar Godean Baru Diresmikan Jokowi, Bupati Sleman Temukan Banyak Atap Bocor
-
Kawasan Malioboro Dikeluhkan Bau Pesing, Begini Respon Pemkot Kota Yogyakarta
-
Arus Balik Melandai, Tol Tamanmartani Resmi Ditutup, Polda DIY Imbau Pemudik Lakukan Ini