SuaraJogja.id - Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bantul memastikan terdapat 4 pedagang yang beraktivitas di pasar pada Selasa (9/2/2021) terkonfirmasi Covid-19. Akibatnya empat pedagang harus dikarantina, dan pasar tempatnya berjualan ditutup sementara.
Kepala Disdag Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan bahwa Pasar yang ditutup sementara adalah Pasar Semampir yang terletak di Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu.
"Iya ada 4 orang pedagang yang positif covid-19. Semuanya sudah ditangani Dinkes Bantul. Sementara tempat berjualan para pedagang itu (Pasar Semampir) ditutup sementara," terang Sukrisna Dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (11/2/2021).
Ia menjelaskan penutupan akan dilakukan mulai Kamis-Rabu (11-17/2/2021). Hal itu dilakukan untuk memutus tali penyebaran Covid-19.
"Sudah ditutup mulai hari ini (Kamis), memang pedagang yang terkonfirmasi Covid-19 berpindah-pindah dari satu pasar ke pasar yang lain, informasinya biasa ke Pasar Mbabrik," ujar dia.
Dihubungi terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Joko Wahyu Santoso menerangkan saat ini tracing, testing dan treatment (3T) diminta untuk segera dilakukan Satgas Kapanewon dan juga Puskesmas.
"Skreening atau tracing saya minta dilakukan. Selanjutnya di testing dengan rapid tes. Tetapi belum mengajukan waktunya, saya minta untuk koordinasi dengan panewu dulu, baik itu pelaksanaannya kapan, mulai dari mana dulu yang dilakukan penyisiran atau tracing," ujarnya.
Pria yang akrab disapa dokter Oki itu menegaskan jika sasaran tracing adalah semua pedagang pasar yang beraktivitas di pasar tempat pasien berjualan.
"Ya semua pedagang pasar harus di tracing. Termasuk yang berkontak erat dengan empat orang itu, termasuk pasar lain yang mereka datangi," katanya.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang Imlek, Dinkes Bantul Beri Pesan Ini ke Masyarakat
Sementara Panewu Sedayu, Sarjiman menjelaskan bahwa beberapa pedagang juga berjualan di Pasar Babrik, Kalakan, Argorejo, Sedayu.
"Jadi selain di Pasar Semampir ada pedagang yang jualan di pasar Babrik. Saya sudah minta pihak Kalurahan untuk menutup pasar tersebut," jelas Sarjiman.
Penutupan juga dilakukan mulai Kamis-Rabu (11-17/2/2021). Sarjiman menuturkan selama penutupan, akan dilakukan desinfeksi secara rutin.
Disinggung terkait tracing dan adanya penambahan kasus positif, kata Sarjiman Puskesmas dan Satgas Covid-19 Kalurahan tengah menjalani pendataan.
"Sudah dilakukan oleh puskesmas untuk tracingnya. Hingga hari ini informasinya baru 4 orang itu yang positif. Belum ada jumlah tambahan," ujar dia.
Keempat pedagang itu, lanjut Panewu Sedayu mengalami kondisi bergejala dan tidak bergejala atau OTG.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset