SuaraJogja.id - Senin (5/7/2021) pagi, arus truk pengangkut sampah yang hendak masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sempat terhambat. Pasalnya puluhan warga Padukuhan Ngablak Kalurahan Sitimulyo Kapanewonan Piyungan Bantul berkumpul
Mereka berencana melakukan aksi demonstrasi menutup akses masuk TPST Piyungan menyusul penolakan mereka terhadap renncana pemerintah yang akan memperluas area di sisi barat padukuhan mereka sama sekali tidak digubris.
Aparat Polres Bantul yang menjaga aksi tersebut berhasil melakukan negosiasi dengan warga untuk menunda rencana demonstrasi tersebut. Karena saat ini pemerintah tengah memberlakukan PPKM Darurat di mana potensi kerumunan harus ditiadakan.
Setelah bernegosiasi, akhirnya polisi mengijinkan warga untuk memasang spanduk yang menyuarakan kekesalan mereka. Wargapun mulai memasang spanduk-spanduk bertuliskan penolakan dari masyarakat terhadap rencana perluasan TPST yang bakal merugikan warga di sepanjang jalan masuk ke TPST Piyungan.
Baca Juga: Belum Ada Perkembangan di KPI Piyungan, Bupati Bantul Beri Teguran
Koordinator Warga, Sobirin mengatakan warga kesal seolah aspirasi mereka yang menolak rencana perluasan TPST Piyungan seolah buntu. sebenarnya warga telah berupaya melalui jalur prosedur. Termasuk audiensi ke DPRD DIY, ke bupati Bantul, wakil bupati Bantul. Warga juga menghadirkan dari komisi V DPR RI H Sukamto. Apalagi yang mereka dengar kebutuhan lahan bisa mencapai 6 sampai 7 hektare.
"Jika kedepannya untuk pabrik pemrosesan sampah tanah punya SHM juga tidak berkenan,"tutur Sobirin, Senin (5/7/2021).
Menurut Sobirin, aksi memasang spanduk penolakan tersebut sebagai manivestasi kekecewaan mereka terhadap rencana pemerintah yang akan melakukan perluasan TPST Piyungan ke sebelah barat. Pasalnya berbagai upaya telah mereka tempuh untuk berkomunikasi dengan pemerintah namun sampai saat ini masih belum ada perhatian.
Menurutnya harapan masyarakat sudah jelas yaitu pemerintah mencabut rencana perluasan TPST di sisi barat karena dampak yang ditimbulkan ke warga akan semakin besar. Mereka tidak menolak rencana perluasan tersebut namun sebaiknya perluasan dilakukan di sisi timur TPST.
Sobirin mengungkapkan di sisi timur TPST Piyungan masih ada 1,9 hektare. Jika perluasan ke timur maka warga menilai akan lebih mudah untuk menanggulangi permasalah limbah. Namun ketika perluasan dilakukan di sebelah barat maka dampaknya sangat besar, salah satunya soal lingkungan.
Baca Juga: Modal Hasil Jualan Bambu, Warga Piyungan Bangun Destinasi Wisata Air Batu Kapal
"Puluhan tahun kami sudah merasakan dampaknya. Limbahnya sangat merugikan kami mulai dari bau hingga Lindi. Berilah kesempatan agar kami masih bisa menghirup udara yang segar," jelas Sobirin.
Berita Terkait
-
Gerbong Eks Karyawan Lior Air Masuk Garuda Indonesia dan Digaji Tinggi, APG Protes
-
Ada Warga Eks Kampung Bayam Protes Setelah Kunci KSB Diserahkan, Pramono: Dulu Mereka Tak Mau Ketemu Saya
-
Protes Meningkat, Prabowo Berterima Kasih pada Jokowi, Zainal: Memperkuat Narasi Dirty Vote
-
Belum Kerja, Alex Pastoor Sudah Diprotes Suporter Timnas Indonesia
-
Suaranya Diprotes Ibu Tiri Teuku Rassya, Ini Aturan Penggunaan Toa Masjid
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo