SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan DIY seharusnya sudah bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 saat ini. Namun ada kabupaten yang belum bisa mencapai target Kemenkes dalam penurunan level sehingga hingga saat ini DIY masih pada level 3.
"Riilnya diy sudah masuk level 2 [ppkm], tapi memang ada satu kabupaten yang belum bisa [masuk ppkm level 2]," ujar Airlangga saat kunjungan Presiden Joko Widodo bertemu dan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro, Sabtu (09/10/2021).
Airlangga meminta kesabaran masyarakat DIY menunggu hingga 14 Oktober 2021 saat PPKM level 3 selesai. Diharapkan minggu depan DIY bisa turun level PPKM.
"Ya kita tunggu minggu depan. Insya allah kalau sudah level dua [ppkm] kan pasar sudah boleh buka, pariwisata, pengunjung bisa mulai penuh. Hotel-hotel kan juga," ungkapnya.
Airlangga menambahkan, meski masih menerapkan PPKM Level 3, pertumbuhan ekonomi di DIY semakin membaik. Bila rata-rata nasional pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan di angka 7,07 persen, DIY justru berhasil mencapai 11,81%.
"Perekonomian DIY sudah menggeliat. Pertumbuhan 11 persen ini tinggi sekali," tandasnya.
Sementara Ketua Koperasi Paguyuban PKL Tridharma Malioboro, Rudiarto berharap PPKM bisa segera turun level. Dengan demikian sektor pariwisata di DIY bisa kembali bangkit pasca pandemi.
"Ya semoga kita bisa segera pulih pariwisatanya dan pkl-pkl di malioboro pun bisa jualan," ujarnya.
Apalagi dengan kehadiran Presiden Jokowi yang membawa BLT akan membantu PKL-PKL di Malioboro semakin optimis. Bantuan tersebut sudah lama mereka tunggu untuk bisa dijadikan modal usaha.
Baca Juga: Elektabilitas Airlangga Hartanto Disebut Naik, Nurul Arifin Soroti Hal Ini
"Kami sudah mengajukan jumlah pkl yang belum mendapatkan bantuan apapun untuk bisa dapat blt kali ini. Semoga bisa segera dicairkan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Bali Siap Sambut Turis Asing Mulai 14 Oktober, Bagaimana dengan DIY?
-
Candi Prambanan Jadi Peribadatan Hindu Se-dunia, Pemda DIY Minta Masyarakat Jaga Toleransi
-
Kunjungi Kotagede, Sandiaga Uno Janji akan Buka Sejumlah Tempat Wisata di DIY
-
Berpartisipasi di PON Papua, Satu Pelatih Cabor Sepatu Roda DIY Positif Covid-19
-
Persiapan PTM Lebih Matang, Pemda DIY Persilahkan Kampus Dibuka
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak