SuaraJogja.id - Kasus dugaan penyiksaan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta yang sempat heboh sepekan lalu kembali diungkap di acara Mata Najwa. Salah satu mantan napi membeberkan bagaimana penyiksaan yang terjadi di dalam lapas tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah eks napi mengadu ke Ombudsman DIY atas dugaan penyiksaan yang mereka alami selama di dalam lapas. Dalam keterangannya, penyiksaan dilakukan oleh sejumlah oknum petugas lapas.
Saat dihadirkan dalam acara Mata Najwa, salah seorang eks napi Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta membeberkan bagaimana penyiksaan yang dialami semenjak ia masuk ke lapas tersebut.
Pria yang sengaja disembunyikan identitasnya itu mengaku merupakan pindahan dari lapas di Kota Yogyakarta. Begitu turun dari mobil menuju pintu masuk Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, ia langsung disambut dengan penyiksaan.
"Saya turun mobil itu langsung dipukul, begitu masuk ke lapas saya digiring ke gelanggang kemudian ditelanjangi dan diminta berguling-guling. Di situ juga kembali mendapat kekerasan," ucapnya, Kamis (18/11/2021).
Ia mengaku tindakan penyiksaan itu berlangsung hingga jam 12 malam. Keesokan harinya tindakan serupa kembali berlangsung.
"Aksi kekerasan itu berlangsung hingga 3 hari terhitung sejak saya masuk ke lapas tersebut," bebernya.
Salah seorang korban lainnya yang identitasnya juga disembunyikan mengungkapkan bahwa tindakan penyiksaan itu kerap dilakukan oleh tim regu pengamanan. Meski begitu tak semua terlibat hanya sebagian saja.
"Jadi kekerasan itu umumnya dilakukan oleh regu pengamanan. Di sana ada 4 regu pengamanan, tiap regu ada 10 orang ditambah petugas lainnya, total sekitar ada 46 oranglah, tapi tidak semua ikut terlibat dalam aksi kekerasan itu," terangnya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Belum Temukan Tindakan Sadis di Lapas Pakem, Begini Kata Warga Binaan
Ia mengaku aksi kekerasan itu diketahui oleh sejumlah pejabat lapas, tetapi ia menegaskan bukan level Kalapas. Hal itu lantaran Kalapas masih baru dan jarang meninjau ke dalam lapas.
"Kekerasan diketahui oleh para pejabat. Tapi bukan Kalapas," imbuhnya.
Eks napi Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta itu menambahkan tak sedikit pula petugas di dalam lapas yang menentang tindak kekerasan yang terjadi. Beberapa bahkan kerap mengunjungi napi yang baru saja mengalami kekerasan di ruang isolasi untuk menguatkan mental dan hatinya.
"Ada beberapa petugas yang kasihan dengan nasib para napi, mereka datang ke ruang isolasi nguatin hati kami yang disiksa," kata dia.
Sementara itu, pendamping eks napi yang mengalami perundungan di dalam lapas, Anggara Adhyaksa menegaskan bahwa upayanya bersama eks napi yang jadi korban untuk membongkar praktik kekerasan di lapas itu semata-mata agar tindakan itu dihentikan dan bukan untuk menyerang lembaga.
"Saya menengaskan bahwa tindakan pelaporan kami ini agar penyiksaan itu dihentikan, jadi tidak menyerang lembaga tetapi meminta agar oknum itu menghentikan tindakannya," jelasnya.
Berita Terkait
-
Petugas Lapas Narkotika Diduga Dianiaya Napi, Habiburokhman Minta Pelakunya Dihukum Berat
-
Dugaan Kekerasan di Lapas Narkotika, Kemenkumham Minta Petugas Lebih Humanis
-
Kakanwil Kemenkumham DIY: Oknum Petugas Lapas Narkotika Sudah Akui Lakukan Kekerasan
-
Dalami Dugaan Penyiksaan di Lapas Narkotika, ORI DIY: Hasil Masih Sejalan dengan Pelapor
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Usai Menang Praperadilan, Raudi Akmal Terlihat Langsung Turun ke Masyarakat
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Gawat! DIY Tak Punya Anggaran Dropping Air, Empat Kabupaten Sudah Alami Kekeringan
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin