SuaraJogja.id - Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kaitannya dengan bakso berbahan ayam tiren atau ayam bangkai. Seperti diketahui, Polres Bantul sebelumnya membongkar praktik tersebut dengan menangkap sepasang suami istri berinisial MSH (51) dan AHR (50), warga Pedukuhan Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.
"Masih kami lakukan pemeriksaan nanti akan dikabarkan karena harus koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," papar Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu (2/2/2022).
AKBP Ihsan menuturkan, tak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain. Namun, sekali lagi jawatannya harus berkoordinasi dengan JPU.
"Bisa mengarah ke tersangka lainnya tapi kami tetap koordinasi dengan JPU," ujarnya.
Dia menyatakan bahwa orang yang menjadi pemasok ayam tiren untuk kedua orang itu diduga banyak jumlahnya. Sebab, tidak mudah untuk mendapatkan ayam tiren dalam jumlah banyak.
"Enggak segampang kalau cari ayam potong dalam kondisi bagus. Kalau mereka bisa beroperasi selama itu pastinya ada jadi pemasok, kan enggak mungkin ada ayam yang mati dalam jumlah banyak di satu peternak," ujarnya.
Bila memang terbukti ada yang jadi pemasok ayam tiren maka mereka dapat dijerat Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP lantaran turut serta melakukan kejahatan.
"Pasal yang bisa disangkakan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP turut membantu melakukan kejahatan," tegas dia.
Sebelumnya, MHS mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena alasan ekonomi. Saat itu harga daging ayam terus mengalami kenaikan namun di sisi lain ia tak bisa menaikkan harga jual baksonya. Ia khawatir baksonya tidak laku di jual di pasar.
Baca Juga: Tercebur ke Dalam Sumur, Seorang Perempuan Asal Pandak Bantul Ditemukan Tewas
"Kalau harganya naik nanti tidak ada yang beli," ujar dia.
AHR, di sisi lain, mengaku senang polisi menggrebek dan menghentikan usahanya yang telah berjalan sejak tahun 2015 lalu.
Menurut AHR, ia senang karena memiliki alasan untuk menghentikan pasokan bakso ayam tiren tersebut ke kedua tetangganya. Selama ini memang ada dua tetangganya yang membantunya mendistribusikan ke pedagang-pedagang lainnya.
"Selama ini saya tidak enak kalau menghentikan pasokan baksonya," paparnya.
Berita Terkait
-
Rumah Produksi Bakso Ayam Tiren Digerebek, DKPP Bantul Bakal Perketat Pengawasan Daging Konsumsi
-
Untung Bersih Rp500 Ribu per Hari, Produsen Bakso Ayam Tiren Ngaku Senang Digerebek
-
Rumah Produksi Bakso yang Pakai Ayam Tiren Sudah Beroperasi Sejak 2018 dan Disetor ke Sejumlah Pasar di Yogyakarta
-
Diduga Pakai Bahan Ayam Tiren, Produsen Bakso di Bantul Diamankan
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas
-
Jelajahi Karya Lokal, BRIZZI ARKIV Hadirkan Petualangan Seru di Blok M Hub
-
Dari Jogja untuk Veda Pratama, Dukungan Menguat Jelang MotoGP Mandalika
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data