SuaraJogja.id - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati menyatakan sudah ada 89 klaster keluarga yang ditemukan di wilayah Bumi Binangun sepanjang bulan Februari ini.
Jumlah tersebut melonjak drastis dibanding yang terjadi sepanjang bulan Januari lalu. Pasalnya bulan lalu tercatat hanya ada total 6 klaster keluarga saja.
"Dari jumlah kasus 2022. Di Januari kami mendeteksi ada 6 klaster keluarga dan di Februari tercatat ada 89 klaster keluarga," kata Baning dalam jumpa pers via daring, Kamis (17/2/2022).
Berdasarkan catatan gugus tugas, sepanjang tahun 2022 ini saja sudah tercatat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.068 kasus. Jumlah itu paling banyak kemudian penularan yang berasal dari kontak erat.
Tercatat ada sebanyak 47 persen penularan dari kontak erat sepanjang bulan ini. Angka itu termasuk seiring dari banyaknya klaster keluarga yang muncul.
"Jadi (penyebab penularan) kontak erat tadi mayoritas berada di keluarga, satu keluarga bisa 3-5 orang yang tertular," ujarnya.
Baning menjelaskan klaster keluarga ini dipicu dari salah satu anggota keluarga terkonfirmasi positif Covid-19 terlebih dulu. Sumbernya pun beragam bisa karena kontak dengan tamu, melakukan perjalanan, kontak dengan teman kantor, hingga sekolah
Lalu yang bersangkutan membawa virus itu pulang ke rumah. Kemudian karena di rumah ini tidak bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik sehingga menulari anggota keluarga yang lain.
"Memang agak sulit praktiknya kalau sudah di rumah karena prokes tidak bisa terlaksana di rumah dan kontak orang serumah juga cukup tinggi. Untuk kasus-kasus yang memang virologi atau daya tular tinggi maka penularan juga akan tinggi," ungkapnya.
Baca Juga: Ada Potensi Penularan Covid-19 Saat Pasien Isoman, Camat di Jogja Diminta Tegas Buat Pembatasan
Sejumlah upaya pencegahan diharapkan bisa dilaksanakan dengan disiplin oleh masyarakat. Termasuk dengan tetap menjaga protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar rumah.
"Bagaimana melakukan upaya ini adalah diharapkan dalam situasi kasus yang sedang naik itu prokes tidak hanya dilaksanakan di luar rumah tapi juga di dalam rumah," imbaunya.
Selain itu dari segi vaksinasi Covid-19 juga harus segera dilakukan. Sehingga diharapkan semua anggota keluarga di rumah sudah menerima dosis vaksin secara lengkap.
Terlebih jika sudah memenuhi syarat bisa juga segera melakukan vaksinasi booster. Dengan begitu, kata Baning, bisa meringankan gejala kalau memang suatu saat terpapar Covid-19.
"Kalau dalam hal ini keluarga tersebut diharapkan adalah semuanya sudah tervaksin sampai dengan booster. Sehingga kalaupun ada satu yang tertular keluarga yang lain kalau positif dalam kondisi gajala sangat ringan atau malah tanpa gejala," ungkapnya.
Ditambahkan Baning, fokus utama sebagai upaya menekan penularan Covid-19 di klaster keluarga itu adalah dengan pertama menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian didukung dengan capaian vaksinasi booster yang tinggi.
Berita Terkait
-
Ada Potensi Penularan Covid-19 Saat Pasien Isoman, Camat di Jogja Diminta Tegas Buat Pembatasan
-
Distribusi Kasus Menyeluruh, Bayi dan Balita di Kulon Progo Terpapar Covid-19
-
Angka Kematian Akibat Covid-19 Naik, 19 Pasien Lansia di DIY Meninggal Dunia
-
Akui Prokes Masyarakat Jogja Lemah, Wali Kota Beri Pesan Ini
-
Kulon Progo Catat 1.068 Kasus Covid-19 Sepanjang 2022, Paling Banyak Hasil Kontak Erat
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset
-
MBG Bakal Libatkan Kantin Sekolah, Pemda DIY Minta Skema Kerja Sama Dibuat Jelas
-
Nasib Anak Difabel DIY Masih Bergantung Bantuan Luar Negeri, Alat Bantu Pun Tak Ditanggung BPJS
-
Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah