"Saya sudah mengikuti pendampingan dari Yakkum sekitar sepuluh bulan. Senang sekali, karena bisa punya banyak teman,
diajari ketrampilan membuat kerajinan, berternak dan berkebun," kata Endang.
Endang menceritakan, dirinya mengalami depresi sejak 1992. Sejak itu, dirinya sudah berobat ke beberapa rumah sakit secara mandiri hingga 2023. Ia sempat berhenti mengonsumsi obat selama enam tahun karena merasa sudah pulih, namun depresi yang dialaminya kembali kambuh.
"Ketika depresi saya nggak bisa tidur, bisa sampai seminggu nggak tidur. Tapi sekarang sudah tidak lagi, setelah minum onat secara rutin dan juga mendapat pendampingan dari YAKKUM," katanya.
Sama seperti Joko, Endang kini sudah bisa beraktivitas sehari-hari secara normal dan juga aktif berkegiatan sosial di dusunnya. Bahkan, Endang kini juga bisa berternak kambing dan ayam.
Baca Juga: Mediasi Buntu, Vendor Snack Pelantikan KPPS Sleman Tambah Daftar Tergugat
Comunity Organizer (CO) atau pendamping lapangan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Bena Handi Sadewa mengatakan pada fase pertama, ODDP dibantu agar bisa mengakses fasilitasi kesehatan setempat. Kemudian ODDP juga mendapatkan edukasi memgenai pentingnya minum obat, cara mengontrol diri, emosi dan perasaan.
Selanjutnya, pascapemulihan ODDP didorong agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan aktif di kegiatan sosial masyarakat sekitar.
Para ODDP dampingan YAKKUM diajak terlibat dalam kegiatan Self Health Group (SHG) dan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) untuk melatih ODDP dalam berkomunikasi dan bisa berinteraksi kembali dengan masyarakat.
Selain itu, ODDP dampingan YAKKUM juga diajari agar bisa hidup mandiri, dengan pembekalan ketrampilan sesuai dengan minat masing-masing.
"Misalnya Pak Harjoko dan Bu Endang, selain mendapat pendampingan, juga dapat bantuan hewan ternak. Harapannya, mereka mempunyai aktivitas, bisa mandiri dan menghasilkan sesuatu untuk membantu perekonomian keluarga," kata Benda.
Baca Juga: Sleman Luncurkan Rumah Pangan B2SA, Tekan Stunting dan Perbaiki Gizi Masyarakat
Sementara itu, Kepala Bagian Skeretaris Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pusat Rehabilitas YAKKUM, Birgitta Anggre Hapsari menuturkan Pusat Rehabilitasi YAKKUM sudah melakukan pelayanan terhadapa penyandang disabilitas sejak 1982. Kemudian, pada 2017 Pusat Rehabilitasi Yakum mengembangkan program pelayanan kesehatan jiwa.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Dukungan Rehabilitasi Wanita Hingga Bantuan Anak Yatim Semakin Penting Selepas Ramadan
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo