Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:38 WIB
Endang salah satu sosok yang pulih dari disabilitas psikososial melalui pusat rehabilitasi YAKKUM.

"Saya sudah mengikuti pendampingan dari Yakkum sekitar sepuluh bulan. Senang sekali, karena bisa punya banyak teman,
diajari ketrampilan membuat kerajinan, berternak dan berkebun," kata Endang.

Endang menceritakan, dirinya mengalami depresi sejak 1992. Sejak itu, dirinya sudah berobat ke beberapa rumah sakit secara mandiri hingga 2023. Ia sempat berhenti mengonsumsi obat selama enam tahun karena merasa sudah pulih, namun depresi yang dialaminya kembali kambuh.

"Ketika depresi saya nggak bisa tidur, bisa sampai seminggu nggak tidur. Tapi sekarang sudah tidak lagi, setelah minum onat secara rutin dan juga mendapat pendampingan dari YAKKUM," katanya.

Sama seperti Joko, Endang kini sudah bisa beraktivitas sehari-hari secara normal dan juga aktif berkegiatan sosial di dusunnya. Bahkan, Endang kini juga bisa berternak kambing dan ayam.

Baca Juga: Mediasi Buntu, Vendor Snack Pelantikan KPPS Sleman Tambah Daftar Tergugat

Comunity Organizer (CO) atau pendamping lapangan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Bena Handi Sadewa mengatakan pada fase pertama, ODDP dibantu agar bisa mengakses fasilitasi kesehatan setempat. Kemudian ODDP juga mendapatkan edukasi memgenai pentingnya minum obat, cara mengontrol diri, emosi dan perasaan.

Selanjutnya, pascapemulihan ODDP didorong agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan aktif di kegiatan sosial masyarakat sekitar.

Para ODDP dampingan YAKKUM diajak terlibat dalam kegiatan Self Health Group (SHG) dan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) untuk melatih ODDP dalam berkomunikasi dan bisa berinteraksi kembali dengan masyarakat.

Selain itu, ODDP dampingan YAKKUM juga diajari agar bisa hidup mandiri, dengan pembekalan ketrampilan sesuai dengan minat masing-masing.

"Misalnya Pak Harjoko dan Bu Endang, selain mendapat pendampingan, juga dapat bantuan hewan ternak. Harapannya, mereka mempunyai aktivitas, bisa mandiri dan menghasilkan sesuatu untuk membantu perekonomian keluarga," kata Benda.

Baca Juga: Sleman Luncurkan Rumah Pangan B2SA, Tekan Stunting dan Perbaiki Gizi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Bagian Skeretaris Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pusat Rehabilitas YAKKUM, Birgitta Anggre Hapsari menuturkan Pusat Rehabilitasi YAKKUM sudah melakukan pelayanan terhadapa penyandang disabilitas sejak 1982. Kemudian, pada 2017 Pusat Rehabilitasi Yakum mengembangkan program pelayanan kesehatan jiwa.

Load More