Pengambil sampah dari depo-depo di Kota Yogyakarta sendiri diketahui memang dilakukan setiap hari kecuali hari libur. Namun hal itu belum maksimal, mengingat kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) milik Pemkot Yogyakarta yang belum berjalan optimal.
Adapun saat ini Pemkot Jogja memiliki empat TPST 3R yakni Nitikan, Kranon, Karangmiri dan Sitimulyo. Dari empat lokasi itu, total sampah yang bisa diolah baru berkisar 140 ton saja per hari sedangkan produksi sampah mencapai 200 ton per hari.
Dalam FGD Strategi Komunikasi Publik tentang Pengelolaan Sampah melalui Media Massa dan Media Sosial yang digelar Pemkot Yogyakarta beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko mengatakan bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah ada pada setiap warga.
Baik dari level rumah tangga hingga ruang usaha yang ada di Kota Yogyakarta. Setiap individu harus memiliki kesadaran dan berkontribusi dalam penanganan sampah.
"Di hulu ada Gerakan Zero Sampah Anorganik melalui peran 689 bank sampah dan Gerakan Organikkan Jogja dengan metode biopori telah menyasar kurang lebih 20.000 KK," kata Haryoko.
Menurutnya, jika di hulu pengelolaan sampah bisa berjalan baik maka pengelolaan sampah selanjutnya akan makin optimal. Dari sisi pemerintah sendiri, penyempuraan di sisi hilir terus dilakukan.
Termasuk melakukan pengoptimalan manajemen di depo-depo yang ada, penggunaan teknologi pengolahan sampah hingga menjalin kemitraan dengan pihak swasta.
Menurutnya penanganan sampah akan berjalan optimal ketika sampah bisa dikelola dengan baik secara individu. Nantinya secara komunal berdampak pada pengelolaan sampah di hilir.
"Optimalisasi pengelolaan sampah di Kota Yogya juga didorong dengan kajian retribusi berkeadilan berbasis berat sampah. Sudah dilakukan uji coba penimbangan di beberapa depo tanpa dipungut biaya, untuk mengetahui jumlah pembuang, sampah, dan cakupan layanan di tiap depo. Di mana penghitungannya sedang dalam proses pengkajian lebih lanjut," tuturnya.
Baca Juga: Pembangunan TPST Donokerto Capai 72 Persen, Diproyeksi Kelar Akhir Tahun Ini
Dari segi anggaran, Haryoko mengatakan pihaknya mendapatkan kucuran Danais sekitar Rp8 miliar. Anggaran itu untuk dua lokasi pembangunan dua TPS 3R Kranon dan Karangmiri Umbulharjo pada tahap awal 2024 lalu.
Dua TPS 3R tersebut kini sudah beroperasi secara normal, namun TPS 3R Karangmiri masih belum optimal dengan mengelola 15 ton sampah per hari. Sedangkan TPS 3R Kranon sudah berjalan normal dengan mengelola 30 ton sampah per hari.
"Dukungan Danais terkait pengolahan persampahan di Kota Yogyakarta sudah sangat bagus dan memungkinkan kami bernafas untuk bisa mengelola sampah. Setelah proses desentralisasi, kami sangat membutuhkan dana-dana seperti itu," ucapnya.
Dari sisi pengelolaannya, Haryoko menjelaskan, untuk TPS 3R itu menggunakan teknologi Refused Derived Fuel (RDF). Sehingga konsepnya tidak lagi menumpuk sampah tapi mengolah sampah.
Salah satu hasil pengolahan sampah itu adalah RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Tak hanya bersumber dari Danais, pihak kini masih merampungkan proses pembangunan TPS 3R di Sitimulyo dan Giwangan baik dengan teknologi termal maupun lainnya yang ditargetkan bisa beroperasional pada awal 2025.
Selain Danais, ada dana APBD yang mendampingi supaya otomatis mendukung pengadaan alat atau mesin. Tak hanya sekadar membangun TPS 3R, Pemda DIY juga mengucurkan Danais untuk operasional pengurangan sampah yang dialokasikan untuk proses edukasi.
Berita Terkait
-
Inovasi Warga Cokrodiningratan Selesaikan Persoalan Sampah di Hulu Lewat Maggot Ndalem Sawo
-
Setelah TPA Piyungan Ditutup, DLH Sleman Lakukan Berbagai Strategi Pengelolaan Sampah
-
Bayi Dijual Rp55 Juta di Jogja, Dua Oknum Bidan Diciduk Polisi
-
Gedung Barunya Senilai Rp7,24 M, Puskesmas Pakualaman bakal Layani Pasien di sekitar Lokasi Wisata
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat