SuaraJogja.id - Kepolisian Resor Kulon Progo menggelar sosialisasi call center Hotline Polri 110 untuk mempermudah akses bagi masyarakat, terutama pemudik, dalam mendapatkan bantuan cepat apabila mengalami kendala atau gangguan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perjalanan.
Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Hotline Polri 110 untuk tingkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.
Sosialisasi dilaksanakan di berbagai tempat pelayanan publik serta keramaian, seperti di Samsat Kulon Progo dan tempat lainnya.
"Hotline 110 berfungsi sebagai nomor darurat yang dapat dihubungi oleh pemudik jika membutuhkan bantuan terkait situasi darurat," katanya.
Ia mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, terutama selama musim mudik, yang sering kali meningkatkan volume perjalanan dan potensi gangguan kamtibmas.
Dengan adanya “Hotline 110,” masyarakat diharapkan dapat lebih mudah dan cepat melapor apabila menghadapi permasalahan di jalan. Polisi akan siap memberikan respons yang cepat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan.
"Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat, serta mendukung terciptanya kondisi yang aman dan tertib selama musim mudik dan seterusnya," katanya.
Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Selain itu, untuk kenyamanan para pemudik, Polres Kulon Progo juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di wilayahnya.
Baca Juga: 3 Juta Wisatawan Serbu Jogja Lebaran Ini, Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas dilakukan di tiga titik yakni di sekitar jembatan Srandakan hingga pantai Glagah. Rekayasa tersebut dilakukan selama arus mudik hingga arus balik nanti.
Kasat Lantas Polres Kulon Progo AKP Priya Tri Handoyo menyebut untuk titik awal akan dilakukan rekayasa lalu lintas di wilayah Brosot, Kapanewon Galur, Kulon Progo tepatnya di kawasan jembatan Srandakan.
"Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di Jembatan Srandakan pascajebol akan ditempatkan personel kami di sana, utamanya di simpang tugu Brosot," jelasnya.
Priya menerangkan, di jalur tersebut utamanya di jalur utama apabila nanti terjadi penumpukan atau kemacetan, kendaraan pemudik akan dilewatkan ke jalur selatan.
"Nantinya akan ada crossing di simpang tugu Brosot dan simpang dekat Pegadaian, nanti masyarakat yang mengarah ke Lendah akan lurus melewati lampu merah Galur," terangnya.
Titik selanjutnya yang jadi prioritas yakni rekayasa lalu lintas di sekitar simpang empat pasar Glagah dekat TPR wisata Pantai Glagah, Kapanewon Temon.
Hal itu mengingat di lokasi tersebut kerap mengalami penumpukan kendaraan terutama yang akan masuk ke kawasan wisata.
"Nah untuk mengantisipasi itu, kami akan tempatkan personil dan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang mengular sampai Jembatan Glagah," ucapnya.
Salah satu opsinya yakni mengarahkan kendaraan dari arah barat untuk langsung menuju jalan nasional alih-alih lurus ke timur lewat jembatan Glagah. Polres Kulon Progo juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat untuk memberlakukan sistem jemput bola dalam penarikan retribusi wisata.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas pariwisata, agar retribusi wisata dilakukan secara jemput bola. Ini mengantisipasi penumpukan kendaraan yang mau masuk Pantai Glagah, karena biasanya dapat menimbulkan antrian panjang hingga simpang Pasar Glagah," ucapnya.
Sedangkan titik ketiga yaitu di wilayah simpang Kenteng, Nanggulan. Wilayah ini jadi jalur persimpangan antara pengendara yang dari arah Kulon Progo ke Jogja, ataupun Kulon Progo ke Magelang, Jawa Tengah. Di sini juga jadi jalur masuk menuju kawasan wisata pegunungan Kulon Progo.
"Nah untuk wilayah utara akan didirikan pos pantau di wilayah Simpang Kenteng yang merupakan jalur menuju kawasan wisata utara. Di sini kerap terjadi penumpukan kendaraan, sehingga nanti diberlakukan variasi rekayasa lalu lintas untuk meminimalisir ada kepadatan," terangnya.
Berita Terkait
-
Pantau Penyerahan THR dari Perusahan ke Karyawan, Ini Kata Bupati Kulon Progo
-
Exit Tol Tamanmartani Buka Kanan-Kiri saat Mudik Lebaran, Ini Rekayasa Lalu Lintas Lengkapnya
-
Jadi Titik Rawan Kepadatan Kendaraan, Lingkar Kridosono Bakal Diberi APILL Portabel
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas Lebaran 2025 di Kota Yogyakarta, Tim Urai Siap Siaga
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Geger! Mahasiswi Dibegal Payudara di Bantul, Pelaku Dikejar Warga hingga Tertangkap
-
Jadwal Azan Magrib di Jogja pada 21 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Buka Puasa
-
Ngabuburit di Jogja: 5 Destinasi Seru dan Ramah Kantong untuk Menanti Buka Puasa!
-
6 Fakta Guru SLB di Jogja Diduga Lecehkan Siswi Difabel, Kasusnya Kini Diproses Polisi
-
Diduga Lakukan Pemerasan, Polda DIY Nonaktifkan dan Patsus Anggota Satintelkam Polres Bantul